Kalung Rosario Asal Gua Maria Sendangsono Dikirim hingga ke Luar Pulau

Bowo Susanto tengah membuat kalung rosario di rumahnya di kawasan Gua Maria Sendangsono, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Rabu (18/12/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
22 Desember 2019 11:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Deretan kios di kawasan Gua Maria Sendangsono, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, menjual aneka oleh-oleh, mulai dari, kuliner khas desa setempat, souvernir kaos, dan pernak-pernik keagamaan. Pernak-pernik yang banyak dijual di obyek wisata religi ini yaitu kalung rosario.

Bagi yang belum tahu, kalung ini digunakan dalam Doa Rosario, salah satu doa tradisi Gereja Katolik. Fungsinya untuk menghitung jumlah doa Salam Maria yang didaraskan. Jari-jari tangan bergerak dari satu manik-manik ke manik-manik lainnya sejalan dengan dilantunkannya doa. Selain untuk keperluan doa, kalung ini juga bisa jadi buah tangan buat sanak saudara.

Kalung rosario yang diperjualbelikan di Gua Maria Sendangsono, beraneka macam. Ada manik-manik berbahan plastik, adapula dari kayu. Untuk manik-manik kayu sebagian besar diproduksi oleh perajin setempat, salah satunya Bowo Susanto.

Tempat usaha sekaligus rumah bagi Bowo dan keluarganya berada di seberang jalan depan gapura selamat datang Gua Maria Sendangsono. Di tempat ini pengunjung bisa melihat aktivitas pembuatan kalung rosario, mulai dari proses pemotongan kayu yang kemudian dibentuk menjadi bulatan menggunakan mesin bubut, hingga ke tahap pewarnaan.

"Dibantu dua karyawan, saya bisa bikin ya paling tidak empat sampai lima kalung dalam sehari," ujar pria yang menekuni usaha pembuatan kalung rosario sejak 1990 itu kepada Harianjogja.com, Rabu (18/12/2019)

Bahan baku manik-manik yang dipakai Bowo menggunakan kayu dari pohon mahoni. Dipilih karena kayu jenis ini terkenal kuat dan tahan lama. Di samping itu, kayu mahoni mudah didapatkan di wilayah tempatnya tinggal. "Di sini banyak kayu mahoni, jadi ya tidak pusing cari bahan baku berkualitas," ujarnya.

Kalung rosario buatannya memiliki tiga ukuran, yaitu ukuran kecil, sedang dan besar. Tiap ukuran memiliki harga yang berbeda. Yang paling kecil, seperti kelereng dihargai Rp100.000. Sedangkan ukuran sedang Rp150.000 dan yang paling besar, hampir seukuran telur ayam, pembeli harus merogoh kocek Rp250.000.

Selain dijual di kawasan Gua Maria Sendangsono, produk ini juga dikirim ke luar kota, seperti Kalimantan dan Bali. "Beberapa kali kami pernah kirim ke luar daerah, tapi kebanyakan memang di kawasan ini, sebagai oleh-oleh wisatawan," ucapnya.

Perajin lain yang juga membuka usaha di Gua Maria Sendangsono yaitu Yohanes Ariadi. Pria bertubuh tambun ini menempati salah satu rumah toko di dalam kawasan obyek wisata tersebut.

Lantai atas ruko digunakan untuk produksi, sedangkan di lantai dasar difungsikan sebagai ruang etalase sekaligus tempat jual beli. Selain kalung rosario, Ari, sapaan akrabnya juga memproduksi pernak-pernik lain berbahan kayu.