Ibu Ayu Shelisha Curiga Anaknya Dimasukkan ke Dalam Septic Tank oleh Lebih dari Satu Orang, Ini Alasannya

Makam Ayu Selisa sosok yang diduga kerangka yang ditemukan di resapan septik tank di Bangunjiwo, Bantul beberapa waktu lalu.-Suara.com - Muhammad Ilham Baktora
27 Desember 2019 17:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kematian Ayu Shelisha yang kerangkanya ditemukan di sebuah septic tank di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul masih menyisakan misteri.

Yakni bagaimana ia dibunuh, serta siapa yang terlibat. Sebelumnya Ani Maidarningsih (51), ibunda Seli memberikan pengakuan mengejutkan. Seli diduga korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Menurut Ani, Seli dan suaminya, Edi, telah bercerai. Ani mengungkapkan perceraian itu gara-gara Edi kerap melakukan KDRT kepada Seli. Bahkan Ani menuturkan, anaknya sempat mengadu bahwa suaminya pernah menyudut tubuhnya dengan rokok.

"Sebenarnya dia pernah berbicara dengan saya untuk bercerai. Hanya saja saya menguatkan dia agar tetap bertahan. Saya itu ingin membantu menguatkan rumah tangganya. Namun kejadian ini (penemuan kerangka yang diduga Seli), membuat saya menyesal," kata Ani saat ditemui Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Kamis (26/12/2019).

Ani juga menduga-duga jika penemuan anaknya di dalam septik tank itu karena dibunuh. Hal itu mengingat jika suaminya, Edi Susanto kerap melakukan KDRT.

"Kami menduga ada tindak kekerasan yang dilakukan Edi terhadap anak saya. Saya pikir dia (Seli) dibunuh. Saya juga berpikir jika suaminya melakukan itu dibantu oleh orang. Karena postur tubuh Seli ini berisi dan tinggi, tidak mungkin jika Seli dimasukkan ke dalam septik tank seorang diri," tambah dia.

Saat ini pihaknya hanya bisa pasrah dan tak bisa menuntut banyak atas kejadian itu. Meski polisi belum memastikan kerangka adalah orang yang hilang selama 10 tahun, keluarga meyakini dengan barang-barang yang ditemukan saat dilakukan pemeriksaan dan visum luar.

"Sebagai ibu saya sangat terpukul harus kehilangan anak (Seli). Saya mencoba mengikhlaskan tapi kadang rasa sesal dan marah ini muncul. Saya hanya menyerahkan kasus ini ke kepolisian dan kematian anak saya bisa ikut dipertanggungjawabkan dengan keluarga Edi," ungkap dia dengan isak tangis yang pecah.

Saat ini, kerangka yang diduga Seli sudah diminta keluarga. Pihak keluarga pun sudah memakamkan kerangka di TPU Badran. Ani menuturkan pemakaman dilakukan pada Selasa (24/12/2019).

"Kami meminta polisi untuk menyerahkan kerangka kepada keluarga kami. Karena kami sudah yakin itu Seli dengan beberapa barang yang ditunjukkan polisi," jelas dia.

Sumber : Suara.com