20 Pengunjung Pertama Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko Disambut bak Raja

General Manager PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Unit Prambanan Aryono Hendro Malyanto (kelima dari kanan) menyambut kehadiran pengunjung pertama di Taman Wisata Candi Prambanan, Rabu (1/1/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
01 Januari 2020 19:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 20 wisatawan yang masuk Candi Prambanan di hari pertama tahun ini mendapat sambutan istimewa. Selain mendapatkan kalungan bunga, mereka mendapatkan sajian Tari Anoman.

General Manager PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Unit Prambanan Aryono Hendro Malyanto mengatakan jumlah 20 wisatawan itu disesuai dengan tahun ini, yakni 2020. Ke-20 wisatawan itu, kata dia, masing-masing terdiri atas 10 wisatawan nusantara dan 10 wisatawan mancanegara.

"Penyambutan kami lakukan dengan pengalungan medali serta bunga sebagai tanda kasih dan bentuk apresiasi pihak TWC kepada wisatawan yang mencintai destinasi cagar budaya seperti Candi Prambanan ini," katanya saat menyambut kehadiran pengunjung pertama di Taman Wisata Candi Prambanan, Rabu (1/1/2020).

Penyambutan dilakukan tepat pukul 06.00 WIB, sejak pertama pintu gerbang pengunjung dibuka. Penyambutan pengunjung pertama ini secara khusus menghadirkan para bregada prajurit serta sajian Tari Anoman.

"Kami sangat berharap kunjungan tahun ini para wisatawan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan serta tak terlupakan. Semoga dengan kunjungan ini menjadikan kenangan yang indah dan bagi wisatawan dalam menghabiskan masa liburannya," terang Aryono.

Dia mengajak wisatawan untuk seIalu menjaga kelestarian situs cagar budaya dan menjadikan Candi Prambanan sebagai pilihan utama dalam kegiatan berwisata. Dia juga berharap masyarakat ikut mempromosikan keindahan dan menularkan pengalaman kunjungan yang membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung ke Candi Prambanan.

"Marilah bersama menjaga kebersihan, keamanan dan kelestarian situs cagar budaya warisan budaya dunia ini. Situs ini adalah milik bersama dan harus diwariskan kepada generasi penerus, sehingga mereka bisa menikmati apa yang sudah ada saat ini," katanya.

Jika di Candi Prambanan disambut dengan Tari Anoman, 20 wisatawan pertama yang masuk Kraton Ratu Boko disambut dengan tari gambyong. Kabut yang belum menghilang dari langit Ratu Boko tidak menghalangi para wisatawan untuk berkunjung ke Ratu Boko. "Setelah selesai pertunjukan tari gambyong, tiga wisatawan pertama diberi syal lurik dan goodie bag sebagai tanda kasih kami kepada wisatawan," kata General Manager Unit Ratu Boko, Wiharjanto.

Terkait dengan target dan rencana selama 2020, Wiharjanto mengatakan target pengunjung tahun ini sebanyak 320.000. Mereka menyiapkan sejumlah program seperti Boko Piknik yang bisa dinikmati keluarga maupun umum. "Kami juga membuka paket Boko Romantic, jadi setelah jam kunjung selesai, pengunjung bisa berfoto di depan gapura Keraton Ratu Boko," katanya.

Rifi Rosmarina, pengunjung asal Jakarta menilai keberadaan Ratu Boko selain eksotis juga kental dengan nilai tradisi dan budayanya. "Ke depan, mungkin bisa ditambah sendratari di malam hari di sini,” usul Rifi.