HUT Kota Jogja ke-270, Maswil Rilis Lagu Kamu itu Jogja Istimewa, Begini Liriknya
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Ilustrasi BPJS Kesehatan./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, SLEMAN- Kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan resmi diberlakukan awal tahun ini. Meski begitu, jumlah peserta yang turun kelas dinilai tidak terlalu signifikan.
Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Sleman Yuni Wibawa mengatakan terhitung sejak Agustus hingga Desember 2019 lalu jumlah peserta BPJS Kesehatan untuk wilayah Sleman dan Kulonprogo yang turun kelas hanya sekitar 1.000 peserta.
Rinciannya, selama Agustus tercatat 87 peserta, September (219 peserta), Oktober (190 peserta) dan November (274 peserta). "Untuk Desember jumlah peserta yang turun kelas kurang lebih sama, bahkan tidak terlalu signifikan," kata Bowo sapaan akrab Wibawa, Jumat (3/1/2019).
Diakuinya, setelah pemerintah memutuskan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan sejumlah peserta mulai melakukan perubahan data kelas kepesertaan. Dari sebelumnya menikmati fasilitas kelas I turun ke kelas II bahkan kelas III. Penurunan kelas tersebut dilayani hampir setiap hari sesuai dengan kemampuan peserta.
"Sampai saat ini tetap kami layani. Turun kelas juga bisa langsung dilakukan sendiri oleh peserta melalui aplikasi mobile JKN," katanya.
Berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Sleman-Kulonprogo, jumlah peserta penerima bantuan iuran (PBI) APBN untuk wilayah Sleman sebanyak 295.628 peserta. Adapun peserta PBI APBD Sleman tercatat 119.779 peserta. Seluruhnya berada di kelas III. Jumlah peserta pekerja penerima upah (PPU) sebanyak 329.796 peserta.
Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (mandiri) masing-masing sebanyak 56.771 peserta BP dan 167.090 peserta PBPU. Total peserta BPJS Kesehatan di Sleman sebanyak 969.064 peserta atau mencapai 91,08% dari jumlah penduduk 1.063.938 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Iran mengklaim melumpuhkan drone MQ-9 AS dan mengamankan drone pengintai MQM-170 di sekitar Selat Hormuz.
Kemenhub mengintensifkan rampcheck bus dan truk serta pengawasan ETLE HUB untuk menekan risiko kecelakaan selama Nataru 2026/2027.
Polda Metro Jaya memburu bandar ganja inisial K yang masuk DPO setelah menggagalkan peredaran 44,1 kg ganja asal Sumatera Utara.
DPRD Bantul mendorong target pembangunan 600 km jalan didukung BKK DIY dan anggaran pusat, bukan hanya mengandalkan APBD.
Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras SPHP seharga Rp12.500 per kg untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang akhir 2026.