Advertisement
Serangan Ulat Grayak di Lahan Tanaman Jagung Bisa Dikendalikan
Seorang petani di Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Sarbini, memupuk tanaman jagung di ladang miliknya, Minggu (15/12/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mengklaim serangan ulat grayak terhadap tanaman jagung bisa dikendalikan. Meski demikian, untuk kesuburan tanaman para petani diminta untuk terus memantau dan merawat tanaman secara rutin.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan saat awal musim tanam jagung beberapa waktu lalu sempat muncul ancaman ulat grayak. Hal ini terlihat dari laporan dari petugas pengendali hama yang menyebutkan di beberapa kecamatan ada serangan ulat grayak. “Saat itu serangan ditemukan di Kecamatan Patuk dan Semin. Untuk luasan hampir mencapai dua hektare,” kata Raharjo kepada Harian Jogja, Rabu (7/1/2020).
Advertisement
Meski demikian, potensi ancaman bisa ditekan sehingga dampak dari serangan tidak meluas. Menurut dia, keberhasilan penanggulangan tidak lepas dari upaya pemberantasan yang dilakukan oleh petugas di lapangan bersama-sama dengan para petani. “Harus segera diatasi sehingga tanaman jagung tidak terganggu,” katanya.
Raharjo menuturkan untuk saat ini potensi serangan mengecil seiring dengan tumbuhnya tanaman jagung. Selain itu, dari laporan belum ada lagi tambahan dampak luasan lahan yang diserang ulat grayak. “Kami terus memantau agar hama tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jagung,” katanya.
Meski relatif lebih aman, ia meminta kepada petani untuk tetap mewaspadai potensi serangan. Karena itu, pemupukan harus dilakukan secara rutin sehingga tidak ada ledakan populasi ulat grayak yang bisa memakan daun tanaman jagung.
Disinggung mengenai target produksi, Raharjo mengakui jajarannya ingin mengulang capaian di 2019. Tahun lalu produksi jagung pipil mencapai 230.000 ton. “Produksi di Gunungkidul surplus dan kami ingin mengulanginya lagi. Mudah-mudahan panen tahun ini baik sehingga target dapat terpenuhi,” katanya.
Salah seorang petani di Dusun Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Giyarti, mengatakan dirinya sudah berupaya menanggulangi serangan ulat grayak. Menurut dia, saat ini pertumbuhan tanaman jagung sangat baik, tetapi dari sisi ancaman ulat grayak masih ada. “Serangan tidak banyak, tapi tetap harus diantisipasi dengan pemupukan secara rutin sehingga jagung tetap dapat tumbuh subur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dua Letusan Pagi Ini Semeru Semburkan Abu Hingga 1 Kilometer
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
- Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
- Harga Bahan Pokok di Bantul Stabil dan Bebas Penimbunan
- Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
- Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
Advertisement
Advertisement







