Arsitek Muda Siap Kolaborasi Pembangunan Ibu Kota Baru

Arsitek muda UII usai menjalani Sumpah Profesi Arsitek 2020, Kamis (16/1/2020). - Ist/FTSP UII.
17 Januari 2020 11:07 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kalangan arsitek muda diminta kesiapannya untuk memberikan kontribusi dalam proyek pembangunan Ibu Kota baru di Kalimantan. Peluang itu harus segera ditangkap sumber daya manusia (SDM) arsitek dalam negeri karena saat ini banyak pihak asing yang ingin berkontribusi terhadap proyek pemindahan ibu kota baru.

Ketua Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) Noor Idham Cholid menjelaskan pihaknya meluluskan sebanyak 20 arsitek muda yang dilantik melalui Sumpah Profesi Arsitek 2020 pada Kamis (16/1/2020). Mereka telah menjalani pendidikan selama lima tahun, terdiri atas empat tahun pendidikan sarjana dan satu tahun untuk prodi Pendidikan Profesi Arsitek.

"Ini merupakan angkatan ke empat untuk lulusan profesi arsitek. Kalau baru empat tahun memang belum bisa disebut arsitek, secara internasional sudah diakui bagi yang sudah memenuhi pendidikan profesi arsitek," ungkapnya dalam rilisnya, Jumat (16/1/2020).

Idham mengatakan saat ini Indonesia sedang giat-giatnya membangun infrastruktur termasuk wilayah DIY. Padahal jumlah SDM arsitek tergolong masih minim, saat ini dari 176 jurusan arsitektur di Indonesia hanya sekitar 30 perguruan tinggi saja yang memiliki pendidikam profesi arsitek.

Pihaknya optimistis lulusan arsitek muda yang baru dilantik tersebut mampu bersaing secara nasional bahkan internasional, termasuk kesiapannya dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan ibu kota baru. Lulusan Profesi Pendidikan Arsitek UII telah memenuhi kualifikasi internasional. Sehingga siap berkolaborasi dengan arsitek mana pun termasuk dari luar negeri dalam setiap proyek.

"Karena arsitek lokal Indonesia tentu yang paling mengerti soal wilayah, kebudayaan, adat istiadat, tentu saja lokal yang lebih menguasai. Mungkin kalau arstitek asing punya kelebihan sisi skill atau ilmunya. Kemungkinan memang akan ada kolaborasi, arsitek muda dari UII tentu siap kolaborasi," ujarnya.

Sekretaris Pengurus Nasional Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Deni Setiawan menyatakan arsitek lokal memiliki kelebihan soal kultur dan kondisi lokal Indonesia sehingga bisa bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan ibu kota baru di Pulau Kalimantan. "Ini menjadi kesempatan bagi arsitek dalam negeri untuk bisa berkontribusi melalui karyanya dalam pembangunan ibu kota baru," ujarnya.

Di satu sisi, katanya, saat ini Indonesia memang tergolong minim dalam menghasilkan arsitek. Pihaknya memiliki harapan terhadap kampus seperti UII yang sudah memiliki Pendidikan Profesi Arsitek agar menularkan ke kampus lain. Sehingga polulasi SDM arsitek bisa meningkat. "Indonesia masih butuh banyak arsitek," katanya.