Sejumlah Megaproyek di Jogja Bakal Digarap BUMN

Diskusi bedah buku berjudul Grow Fast Grow Fair yang digelar di Ruang Sidang Biru, Lantai III, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM, Sabtu (18/1/2020).-Harian Jogja - Hendi
18 Januari 2020 12:07 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumah proyek besar di DIY akan digarap oleh BUMN PT Waskita Beton Precast Tbk dalam hal penyediaan beton pracetak atau precast untuk kebutuhan bangunan seperti jalan dan jembatan. Hal itu terungkap dalam roadshow diskusi bedah buku berjudul Grow Fast Grow Fair yang digelar di Ruang Sidang Biru, Lantai III, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM, Sabtu (18/1/2020).

Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk, Agus Wantoro, mengatakan sejumlah proyek tersebut yakni jalan tol Jogja-Bawen, Solo-Jogja dan jalan tol Jogja-Cilacap. Anak usaha PT Waskita Karya itu juga akan menggarap proyek Underpass Gejayan dan Jembatan Kretek II.

“Proyek ini direncanakan dikerjakan 2020-2024,” kata Agus Wantoro dalam diskusi yang digelar atas kerja sama JogjaPro, Waskita Beton Precast dan Solusi Bangun Indonesia (SBI) tersebut.

Pembangunan sejumlah mega proyek di DIY itu sekaligus berbarengan dengan pengerjaan proyek besar di Jawa Tengah yang terkoneksi dengan DIY. Seperti jalan tol Semarang-Demak dan jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.

“Kami siap untuk [mengerjakan] proyek ke depan di Jateng dan DIY. Kami ada pabrik, batching plan [tempat pengolahan bahan baku beton], kami siap,” kata dia. Selama ini PT Waskita Beton Precast juga telah berkontribusi dalam memasok beton precast di pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA).

Saat ini kata dia, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

PT Waskita Beton Precast berkembang pesat sejak didirikan pada 2014. Dalam kurun waktu lima tahun yakni 2014-2019, kapasitas perusahaan pelat merah ini melonjak hingga lima kali lipat.

Pada 2014 perusahaan ini memiliki kapasitas produksi sebesar 800.00 ton per tahun, terus naik menjadi hingga 3,7 juta ton pada 2019. Pada tahun ini, kapasitas produksi perusahaan ditarget naik menjadi empat juta ton per tahun.BUMN tersebut juga membukukan pendapatan sebesar Rp8 triliun pada 2018  lalu dengan laba bersih mencapai Rp1,1 triliun.

Penulis buku Grow Fast Grow Fair, Lahyanto Nadie, mengatakan ada sejumlah kunci yang membuat PT Waskita Beton Precast bertumbuh pesat. Antara lain ditopang kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, punya laboratorium pengujian yang memadai hingga pemasaran yang masif.

“Saya mewawancarai dari staf sampai presiden direktur hingga menteri dalam menulis buku ini selama delapan bulan. Kuncinya di rekrutmen, mencari sumber daya dan lulusan terbaik. Saya ke parbik menemukan manajer umurnya baru 27 tahun. Juga jenjang karier yang bagus. Produk yang bagus itu diriset di laboratorium,” kata dia.