Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Seorang pemulung tengah memilah sampah di TPST Piyungan beberapa waktu lalu./Harian Jogja- Nur Uswatun Khasanah (M123)
Harianjogja.com, JOGJA--Salah satu investor Nusantara yang bergerak di bidang produksi semen, siap memfasilitasi teknologi pengolahan sampah di DIY. Hal itu diharapkan bisa jadi solusi bagi masalah overload-nya sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
Direktur PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Agung Wiharto mengatakan saat ini pihaknya tengah berupaya melakukan pre-feasibility study (FS) atau prastudi kelayakan ulang. Pasalnya, kata dia, FS sudah ia lakukan sebelum perusahaannya bertemu dengan Pemda DIY.
Begitu pula soal nilainya, dia mengaku masih perlu menghitung ulang. Pasalnya nilai investasi untuk pabrik pengolahan sampah yang sudah ada selama ini yang mencapai Rp120 miliar lebih, diperuntukkan bagi 125.000 ton sampah per hari.
“Namun volume sampah di DIY, dari data yang kami peroleh kan berkisar 350.000-400.000 ton per hari. Inilah yang membuat kami harus menghitung ulang nilai investasinya,” ucap dia saat ditemui seusai acara Bedah Buku Grow Fast Grow Fair di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM, Sabtu (18/1/2020).
Municipal Solid Waste Stakeholder Relations and Management PT SBI, Ita Sardono mengatakan pengelolaan sampah dilakukan dengan metode co-processing. Setelah sampah masuk ke pabrik, proses pertama yang dilakukan adalah screening dan pencacahan.
Proses ini, kata dia, menggunakan sistem biodrying, artinya sampah dikeringkan terlebih dulu selama sekitar 20 hari. Diakui dia, proses inilah yang membuat metode co-processing yang diterapkan lewat RDF menjadi mahal. "Setelah dicacah, barulah potongan sampah, termasuk di antaranya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dimasukkan ke dalam tanur bersuhu mencapai 2.000 derajat Celcius," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.