IAI DIY Dukung Peningkatan SDM untuk Pembangunan Ibu Kota Baru

Penandatangan kerja sama antara IAI DIY dengan 10 perguruan tinggi tentag dukungam program, Kamis (16/1/2020). - Ist/IAI DIY.
18 Januari 2020 10:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY siap mendukung penyiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menbangun ibu kota baru. Salah satunya melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di wilayah DIY untuk menjamin kompetensi dan kapabilitas arsitek.

Ketua IAI DIY Ahmad Syaifudin Muttaqi menjelaskan saat ini jumlah arsitek di Indonesia yang bersertifikat kompeten masih di bawah 8% dari total lulusan yang ada. Hal ini jumlahnya terlalu kecil sehingga harus diupayakan peningkatan persentasenya. Apalagi ke depan sudah ada mercusuar pembangunan yang butuh banyak arsitek dalam negeri seperti pemindahan ibu kota yang dimulai dari sayembara desain kawasan.

"Pembangunan ibu kota ini masih cukup lama, prosesnya pun tidak instan sejak sekarang, jadi masih ada waktu untuk meningkatkan angka delapan persen [arsitek bersertifikat], agar bisa berkontribusi terhadap itu [pembangunan ibu kota]. Kita harus jadi tuan rumah di negara sendiri," katanya dalam rilisnya, Jumat (17/1/2020).

Pada sayembara desain kawasan ibu kota dari IAI DIY ada beberapa tim khusus terlibat dengan sayembara ibu kota negara baru, meski pun tidak jadi pemenang lima besar. "Tetapi ada kolega kami yang direkrut yaitu Jatmiko Adi Suryabrata dari UGM, salah satu ahli masuk dalam tim lima besar, beliau juga anggota IAI [DIY]," ucapnya.

Muttaqi mengatakan IAI DIY akan terus membantu peningkatan jumlah SDM arsitek. Sehingga bisa memberikan kontribusi SDM yang berkualitas dan bersertifikat dalam berkarya untuk pembangunan ibu kota baru.

Pihaknya juga sudah menandatangani kerja sama dengan 10 perguruan tinggi di DIY seperti UGM, UII dan lainnya untuk tiga tahun ke depan, pada Kamis (16/1/2020) lalu di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII. Melalui kerja sama itu pula telah terbentuk Forum Komunikasi Pendidikan Arsitektur Istimewa Jogja atau dikenal dengan Forkom Paijo. "Melalui forum ini kami bisa saling bertukar informasi dan diskusi," katanya.

Ia mengatakan kerja sama itu dalam rangka memberikan dukungan program yang dilaksanakan oleh Universitas penyelengara. Bentuknya seperti IAI DIY menyediakan arsitek kepala yang dibutuhkan dalam pembelajaran studio profesional dikembangkan oleh pendidikan profesi.

"Selain itu penataran kode etik profesi, sarjana dan magister untuk bisa menjadi anggota IAI, sehingga saat lulus dari jurusan pendidikan profesi arsitektur telah mengikuti uji kompetensi lembaga pengembangan jasa konstruksi," katanya.