Orang Stres di Jogja Jumlahnya Meningkat

Ilustrasi stres - Reuters
21 Januari 2020 19:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) di wilayah DIY mengalami tren peningkatan. Masyarakat diimbau untuk pandai mengelola stres untuk meminimalisasi potensi ODMK.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaningastuti menjelaskan saat ini terjadi tren peningkatan ODMK di wilayah DIY. Sedangkan untuk orang dengan gangguan jiwa menurutnya tidak mengalami peningkatan.

“Bukan meningkat tetapi itu data ODMK [yang meningkat] itu kan ada tingkatan yang paling parah ODGJ skizofrenia, yang di luar berjalan sendiri-sendiri, yang dipasung, itu karena sering teriak-teriak. ODMK ini orang yang [misalnya] tidak bisa tidur stres itu juga bisa masuk ODMK, tetapi bukan ODGJ,” ungkapnya di Kompleks Kepatihan, Selasa (21/1/2020).

“Sekarang [harus] yang pintar bagaimana mengelola stresnya, habis ini [bekerja] jalan-jalan, piknik. Tetapi sebenarnya [soal] kesehatan, fenomena gunung es, ada positifnya, kita semakin tahu bahwa semakin banyak kasus kesehatan, ke depan harus antisipasi seperti apa, daripada kita tidak tahu kemudian [ada kasus],” ucapnya.

Anggota Komisi D DPRD DIY Ahmad Baihaqy Rais mengatakan pihaknya sudah melakukan kunjungan ke RS Grhasia Pakem terkait penanganan ODGJ dan ODMK untuk memantau pelayanan di rumah sakit tersebut. Menurutnya dengan adanya tren peningkatan itu perlu dukungan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih baik. Ia mengatakan butuh kajian yang mendalam mengenai penyebab kenaikan tren tersebut.

“Sehingga diperlukan dukungan pelayanan kesehatan jiwa yang baik. Dalam rangka itu kami sudah mengunjungi RS Grhasia untuk melihat dari dekat kesiapan dari segi infrastruktur maupun SDM dalam memberikan layanan kesehatan jiwa bagi para penderita,” katanya.