Underpass Kulur Jadi Ajang Ciblon, Begini Saran DPRD

Underpass Kulur masih digenangi air, Rabu (22/1/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
23 Januari 2020 06:07 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - DPRD Kulonprogo mempertanyakan solusi dari Pemerintah Provinsi DIY yang dirasa abai pada genangan air di underpass Kulur selama delapan tahun ini. Dewan meminta kepastian apakah underpass yang terletak di Desa Kulur, Kapanewon Temon itu akan digunakan atau dibiarkan mangkrak jika musim hujan tiba.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo, Nur Eni Rahayu, saat ditemui Harianjogja.com, Rabu (22/1/2020). Dikatakannya, ia bersama Komisi III sudah meninjau lokasi itu pada Selasa (21/1/2020) kemarin.

"Kami minta agar segera ditindaklajuti instansi yang berwenang, agar ada kepastian apakah underpass akan kita gunakan atau dibiarkan mangkrak," ujar Eni.

Dirinya menyadari jika kewenangan underpass itu berada di Pemprov DIY, namun ia juga mendesak Pemkab Kulonprogo untuk mendorong Pemprov DIY supaya segera bergerak. "Tetep kami minta Pemkab ngaruhke ke Provinsi, karena kita sendiri nggak bisa bergerak," kata dia.

Menurutnya, diperlukan kapasitas pompa yang cukup memadai untuk menyedot volume air yang begitu besar yang menggenangi underpass Kulur. Selain itu, ia juga mengusulkan adanya peningkatan kapasitas irigasi untuk menampung air. "Kalau perlu dibuat long-storage, malah sekalian bisa digunakan untuk peningkatan debit air irigasi," usulnya. Eni juga mendesak untuk dilakukan pengecekan rembesan dinding underpass.

Desakan itu juga dilakukan Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati dalam agenda konsultasi publik pembahasan rancangan awal RKPD di Aula Adikarto, Rabu (22/1/2020) menyampaikan kepada perwakilan Bappeda DIY, Hermawan Nugroho untuk dapat menyampaikan usulan ini ke instansi terkait di tingkat Pemprov DIY.

"Underpass Kulur saat ini jadi pusat ciblonnya masyarakat. Mohon nanti segera ditangani karena ini wilayah Provinsi," kata Akhid.

Wakil rakyat ini merasa underpass Kulur sudah terlalu lama mangkrak setiap musim hujan. Bahkan, di musim kemarau pun genangan masih bisa terjadi jika ada air masuk dan penyedotan tidak maksimal. Untuk itu, mereka terus mendesak Pemprov DIY untuk memberi solusi jangka panjang.

Sejak delapan terakhir, underpass Kulur selalu digenangi air jika musim hujan tiba. Air bahkan bisa mencapai kedalaman tiga meter. Kesalahan konstruksi pada terowongan yang melintas di bawah rel kereta api ini sudah berlangsung sejak awal pembangunan pada 2012 lalu.