Underpass Terpanjang di Indonesia Jadi Objek Wisata Dadakan

Sejumlah orang tengah berfoto dengan latar underpass YIA, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, Minggu (26/1/2020).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
26 Januari 2020 16:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dibukannya underpass di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, menyedot perhatian masyarakat. Jalur bawah tanah yang diklaim Kementerian PUPR sebagai yang terpanjang di Indonesia itu bahkan menjadi obyek wisata dadakan.

Sejumlah orang nampak berkerumun di sisi luar underpass YIA, Minggu (26/1/2020) pagi. Sebagian dari mereka berswafoto dengan latar terowongan bawah tanah itu. Di antaranya adalah Zubaidi, 30.

Kepada Harianjogja.com, pria asal Desa Tirtorahayu, Kapanewon Galur, Kulonprogo, itu mengaku datang hanya untuk menengok underpass. Kabar pembukaan underpass pada Jumat (24/1/2020) lalu yang telah menyebar di sosial media dan media mainstream memantik rasa penasarannya.

"Kemarin baca-baca di berita dan sosial media, katanya underpass ini sudah dibuka, yaudah mumpung libur saya sempetin datang sekalian refreshing," ujarnya.

Zubaidi menengok underpass YIA bersama seorang kerabatnya. Berboncengan menggunakan sepeda motor, mereka telah menjajal melintasi jalur bawah tanah sepanjang 1,4 km itu. "Tadi yang saya lihat ada ornamen penari angguk sama Jathilan, ini rencana mau masuk lagi, soalnya belum sempet ngrekam," ucap Zubaidi.

Underpass ini tak hanya menarik perhatian khalayak Kulonprogo, tapi juga warga dari daerah lain. Supri Pujo misalnya. Pria berusia 66 tahun itu jauh-jauh datang dari Kota Gede, Yogyakarta, hanya untuk melihat langsung underpass YIA. Supri bertolak dari Yogyakarta menggunakan sepeda jenis balap sekitar pukul 07.00 WIB dan baru sampai di pintu underpass pada pukul 09.00 WIB. 

"Yang pertama karena penasaran, katanya ini underpass terpanjang di Indonesia. Kedua saya dapat informasi kalau sementara ini underpass boleh dilintasi sepeda, jadi ya mumpung masih boleh lewat saya sekalian sepedaan," ucapnya.

Seperti diketahui underpass ini memang telah dibuka untuk umum. Namun pembukaan itu masih sebatas uji coba yang ke depan akan dilakukan evaluasi. Sehingga sepeda masih diperbolehkan melintasi jalur tersebut setidaknya sampai underpass ini diresmikan bersamaan peresmian YIA pada akhir Maret mendatang.

Boleh Berfoto

Salah satu petugas keamanan Underpass YIA, Rofi mengatakan sejak dibuka Jumat lalu, underpass ini langsung ramai dikunjungi masyarakat. Terlebih pada libur Imlek kemarin yang bertepatan dengan akhir pekan. "Dibandingkan hari ini [Minggu] jauh lebih ramai kemarin pas Imlek, ramainya tuh pagi sama sore, banyak yang sepedaan, terus foto-foto," kata Rofi. 

Banyak orang yang tertarik mengunjungi underpass itu karena keunikannya. Salah satu yang paling menonjol yakni keberadaan ornamen penari Angguk dan Jathilan. Pembuatan 105 orname terdiri dari 54 penari angguk dan 51 penari Jathilan itu dilakukan secara simultan oleh sejumlah seniman Yogyakarta.

Ornamen itu dipasang berjejer dengan rentang jarak masing-masing 10-15 meter di sepanjang kanan kiri dinding. Jika pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan 40 km per jam, deretan ornamen itu seakan-akan bergerak.

Di sisi luar, juga terdapat ornamen berbentuk geblek renteng, makanan tradisional asli Kulonprogo. Sementara di pintu masuk underpass, terpasang ornamen Kolomakoro yang mengingatkan masyarakat akan obyek wisata Taman Sari Yogyakarta. Pelbagai ornamen itulah yang menarik minat masyarakat untuk berfoto.

Rofi tak melarang masyarakat untuk mengambil gambar. Namun demikian harus tetap mentaati aturan. Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas tersebut di zona larangan, semisal sepanjang ruas jalan underpass dan titik-titik tertentu yang telah terpasang rambu larangan berhenti.

"Kalau ada yang melanggar tentunya langsung kami ingatkan, demi keselamatan mereka juga penggunaan lain," jelasnya.

Pihak pengelola underpass YIA memang sudah memasang sejumlah rambu larangan berhenti di sejumlah titik, antara lain sepanjang jalur underpass, area pemberhentian darurat dan kedua sisi luar underpass.