Terseret Kasus Korupsi, Pegawai Ditjen Bea Cukai Ahmad Dedi Dicekal Imigrasi
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN--Selokan Mataram yang bakal dilintasi tol melayang dianggap punya nilai tersendiri.
Pembangunan jalan tol yang melintas di DIY dipastikan melewati selokan Mataram. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno menuturkan, selokan Mataram punya nilai sejarah.
"Memang betul (selokan Mataram) memiliki nilai sejarah. Jadi harus dilestarikan dan kita manfaatkan untuk kepentingan budaya dan pembangunan yang memiliki nilai kearifan lokal," kata Krido saat ditemui detikcom-jaringan Harianjogja.com seusai sosialisasi pembebasan tanah untuk jalan tol Yogya-Solo di Kantor Desa Tirtoadi Jalan Raya Dusun Jontungan, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.
Selokan Mataram memiliki panjang 31,2 km dan dibangun pada Masa Pendudukan Jepang. Saat ini selokan itu memiliki fungsi vital untuk pertanian dan perikanan. Menurut Krido, hal itu lah yang menjadi daya tarik utama.
"Dan justru jalan tol yang melewati selokan Mataram ini yang memiliki nilai historis dan menjadi sebuah daya tarik ada jalan tol yang melintas di atas selokan," bebernya.
Krido mengatakan ada nuansa khusus saat sebuah tol melewati Selokan Mataram. Oleh karenanya, dalam mendesain jalan tol pihaknya tidak semata-mata memikirkan konstruksi saja.
"Ini (jalan tol) yang melewati selokan akan memiliki nuansa strategis ekologis dan nilai strategis budaya. Karena tidak semata-mata tidak hanya memikirkan konstruksi," ungkapnya.
Dia mengaku bahwa saat ini pihaknya belum melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWS-SO) sebagai instansi pengelola selokan. Pembicaraan akan dilakukan saat konsultasi publik pada Maret 2020.
"Nanti pembahasan bersama BBWS-SO dilakukan pada saat konsultasi publik. Bersama dengan para instansi yang lain, seperti Dishub, PDAM dan pihak lain terkait," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Detik.com
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
BPS DIY memproyeksikan produksi beras 2026 mencapai 329.020 ton, naik 5,79% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kasus penyadapan Listyo Sigit Cs disorot pengamat. Bambang Rukminto mendesak polisi mengusut pihak yang memerintahkan penyadapan.
PAD wisata Bantul terancam kembali tak mencapai target. DPRD menyoroti penurunan kunjungan dan potensi kebocoran retribusi.
Gerindra mendesak Polri mengungkap otak, pemberi perintah, dan pihak yang terlibat dalam kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo.
Profil Ariyo Windutomo, jenderal TNI yang ditunjuk Prabowo menggantikan Listyo Sigit sebagai Kepala Staf Kepresidenan.