Paguyuban Driver Ojol di Jogja Sudah Paham, Jalan Kabupaten Rawan Klithih

Ilustrasi. - JIBI/Solopos
02 Februari 2020 07:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Driver ojek online disebut telah berkali-kali menjadi korban serangan pelaku klithih di Jogja.

Ketua Paguyuban Gojek Driver Jogjakarta (Pagodja), Widi Asmara, mengatakan kejadian driver ojek online diserang pelaku klithih di Jogja bukan kali pertama.

Pada 2017 temannya juga pernah menjadi korban klithih di daerah Seturan, Sleman. Selain itu driver ojol beberapa kali sempat hampir menjadi korban klithih, berhadap-hadapan dengan pelaku tetapi bisa lolos.

Ia berharap klithih bisa menjadi perhatian bersama masyarakat, DPRD, pemda dan kepolisian. “Di masyarakat jadi peringatan, dari dewan bisa membuat peraturan khusus menangani klithih karena ini sudah menjadi kejahatan luar biasa. Dari kepolisian bisa meningkatkan penjagaan dan penegakan hukumnya,” katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (1/2/2020).

Ia melihat selama ini baik di masyarakat, pemerintah maupun polisi kurang peduli pada klithih, padahal dampaknya mengerikan. Hal ini dikarenakan dalam klithih, motif tidak jelas.

“Kalau mau ngerampok tinggal kasih uang saja sudah selesai, tapi kalau ini kan enggak,” ujarnya.

Di komunitas ojol sendiri, sebenarnya para driver khususnya yang ngalong, istilah untuk keluar malam, sudah paham beberapa titik rawan, salah satunya Jalan Kabupaten. Untuk itu para driver biasanya berkoordinasi dan saling memantau keberadaan masing-masing.

Diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan jalanan tanpa motif yang jelas alias klithih kembali terjadi. Kali ini terduga pelaku klithih menyerang driver ojek online (ojol) dengan senjata tajam, di Gamping, Sleman.

Kejadian nahas tersebut menimpa driver ojol Enriko Christanto, 40, warga Gedongan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul pada Sabtu (1/2/2020) dini hari. Kanit Reskrim Polsek Gamping, Iptu Tito Satria Perdana, mengatakan aksi klithih terjadi di Jalan Kabupaten tepatnya di Dusun Bragasan, Pedukuhan Mayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman.

Kronologi kejadian kata dia, sekitar pukul 03.00 WIB korban yang bekerja sebagai driver ojek online tengah mengantar penumpangnya melintasi Jalan Kabupaten.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) korban berpapasan dengan sepeda motor pelaku yang tidak diketahui jenis dan nomor pelat kendaraannya. "Pelaku lantas mengayunkan sejenis senjata tajam dan mengenai bagian muka korban sehingga mengalami luka robek pada mulut," katanya, Sabtu.