Advertisement
Bawaslu Gunungkidul Siap Transparan Awasi Pelaksanaan Pilkada
ilustrasi. - dok
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono, menegaskan komitmenya untuk terbuka dalam menjalankan fungsi pengawasan di Pilkada 2020. Hal ini sejalan dengan prinsip Bawaslu sebagai salah satu lembaga publik. “Transparansi suatu kewajiban yang harus dijalankan agar pegawasan dalam pilkada bisa terlaksana dengan baik,” katanya kepada wartawan, Senin (10/2/2020).
Menurut dia, prinsip keterbukaan akan terus dijalankan. Dalam pengawasan Bawaslu juga membuat inovasi dengan merancang kerja sama baik dengan Pemkab serta media cetak dan elektronik. Diharapkan dengan kerja sama ini ketugasan dalam pengawasan dalam pilkada dapat dioptimalkan. “Media adalah pilar keempat dalam demokrasi, maka dengan kerja sama dapat menyosialisasikan tugas dari Bawaslu dengan baik,” katanya.
Advertisement
Dalam pengawasan pilkada Is Sumarsono juga berharap partisipasi aktif dari masyarakat. Menurut dia, prinsip transparansi serta kerja sama dengan media dan pemkab bisa berdampak positif terhadap penyebaran informasi sehingga masyarakat bisa mendapatkan edukasi politik. “Setelah paham, masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam pengawasan yang sifatnya partisipatif,” kata mantan Komisioner KPU Gunungkidul ini.
Menurutnya, pengawasan partisipatif dari warga bisa dilakukan dengan menolak politik uang hingga laporan potensi dugaan pelanggaran dalam pilkada. “Partisipasi ini sangat penting agar pilkada dapat berjalan dengan lancar dan jauh dari praktik kecurangan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
- Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Guguran Lava Terjadi Ratusan Kali
- Aturan Baru 2027, Pemkab Bantul Mulai Pangkas Belanja Pegawai
Advertisement
Advertisement








