Advertisement

Air Sungai di Kulonprogo Keruh dan Banyak Ikan Mati Mengambang

Newswire
Rabu, 12 Februari 2020 - 15:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Air Sungai di Kulonprogo Keruh dan Banyak Ikan Mati Mengambang Pencemaran di Sungai Ngrancah Kulonprogo. - Detikcom/Sayoto Ashwan

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO - Ikan di Sungai Ngrancah di Kulonprogo tiba-tiba mati mengambang. Air sungai tersebut juga berwarna keruh dan mengeluarkan bau menyengat.

Banyaknya ikan yang mengambang diketahui warga sejak pagi tadi. Sejak pagi banyak warga yang mendatangi sungai yang berada di dekat Waduk Sermo, di Kapanewon Kokap, Kulonprogo itu.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (12/2/2020) siang, air sungai Ngrancah berwarna keruh kelabu dan berbau seperti tawas menusuk hidung. Sedangkan pada pagi hari tadi, air sungai itu tampak berwarna pekat dan banyak ikan-ikan kecil yang mengambang.

"Sejak pagi beredar kabar banyak ikan mati, saya langsung ke sini untuk menangkap ikan," kata salah seorang warga Ari Wibowo, saat ditemui di lokasi, Rabu (12/2/2020).

Ari dan warga lainnya datang untuk menangkap ikan menggunakan seser (alat penangkap ikan). Banyak yang mengayunkan sesernya dan langsung mendapat ikan dari permukaan sungai, sementara untuk ikan-ikan kecil kembali dilepas. "Nanti untuk dikonsumsi, asal nanti bersih, pasti aman," ujarnya.

Untuk diketahui aliran Sungai Ngrancah ini memiliki debit air yang kecil. Air sungai ini menjadi lokasi pembuangan air dari Waduk Sermo dan juga dari pengolahan air milik PDAM Kulonprogo.

Terkait matinya ikan di sungai ini, PDAM Tirta Binangun Kulonprogo turun tangan untuk melakukan pemeriksaan. Direktur PDAM Kulonprogo, Jumantoro, menduga matinya ikan ini berasal dari kebocoran bak penampungan poly alumunium chloride (PAC) atau biasa dikenal dengan tawas. Bahan ini biasa dipakai untuk menjernihkan air PDAM dari pengolahan air bersih yang ada di Waduk Sermo.

"Kemungkinan ada kebocoran PAC dan masuk ke saluran pembungan hingga mencemari sungai," tutur Jumantoro saat meninjau ke lokasi.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : detik.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Aeropressure, Inovasi Warga Kupatan untuk Pelihara Ikan di Perkotaan Magelang

News
| Jum'at, 09 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Ikut Genjot Kualitas SDM Desa Wisata, Ini yang Dilakukan oleh BCA

Wisata
| Kamis, 08 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement