Pencegahan Demam Berdarah, Fogging Jadi Upaya Terakhir

Ilustrasi nyamuk DBD - JIBI
18 Februari 2020 21:07 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul menjadikan penyemprotan atau fogging sebagai upaya terakhir dalam pemberantasan nyamuk demam berdarah. Pembatasan dilakukan karena upaya ini justru memberikan dampak negatif bagi lingkungan terutama pada udara.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan banyak pertimbangan yang dilakukan sehingga fogging menjadi alternatif terakhir dalam pemberantasan nyamuk. Menurut Dewi, jika takaran obat untuk fogging salah, maka nyamuk justru kebal. Oleh karena itu, fogging harus sesuai arahan Dinkes. "Fogging harus seizin Dinas Kesehatan. Petugas yang menyemprot pun harus terlatih," kata Dewi, Selasa (17/2/2020).

Dewi mengungkapkan dosis dan teknik campuran dan waktu penyemprotan memiliki teori, sehingga fogging tidak bisa dilakukan asal-asalan. Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan cairan khusus untuk fogging yakni Marateon dan Sibermetrin. "Tapi karena tekniknya salah, nyamuk menjadi kebal, akhirnya berdasar riset terbaru ditemukan obat baru yakni Alfasibermetrin," kata Dewi.

Ia menjelaskan sebelum diputuskan fogging ada syarat yang harus dipenuhi. "Kami selalu mendapat laporan kalau ada wilayah yang ada pasien terjangkit DBD, penyelidikan epidemiologi (PE) turun ke lokasi wawancara dengan penderita, mencermati lingkungan dan mencari jentik-jentik. Setelah ada hasilnya, tim akan memutuskan perlu tidaknya fogging dilakukan,” kata Dewi.

Dalam waktu dekat Dinkes segera menyebarkan surat edaran (SE) terkait dengan penanganan DBD. Salah satu poin dalam surat tersebut terkait dengan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan budaya 3M plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas. Sedangkan plus tambahan yang cukup penting seperti pemberian bubuk abate, memelihara ikan, dan pengecekan jentik di rumah melalui peran juru pemantau jentik.