Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Sejumlah warga tengah bekerja bakti membersihkan longsoran tanah yang merusak sebuah rumah di Dusun Tritis, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Senin (17/2/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Sebuah rumah di Dusun Tritis, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, rusak diterjang materal tanah longsor. Peristiwa itu terjadi saat hujan disertai angin kencang melanda Kabupaten Kulonpogo, Minggu (16/2/2020) sore.
Rumah yang dihuni Mujiyo bersama istri dan seorang anaknya itu mengalami kerusakan cukup parah di bagian tembok. Dinding berbahan batako yang baru selesai dibangun sebulan terakhir tersebut jebol hingga menyebabkan rongga cukup lebar.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Sesaat setelah hujan mulai reda, tebing setinggi tujuh meter yang berada tepat di belakang rumah Mujiyo mendadak longsor. "Saat itu saya lagi mau tiduran, tiba-tiba tebing longsor dan menimpa tembok belakang rumah," ujar anak Mujiyo, Dwi Febridarvinda, Senin (17/2/2020).
Peristiwa ini tidak menyebabkan korban jiwa maupun luka. Namun, Dwi menaksir kerugian mencapai Rp7 juta meliputi kerusakan tembok, usuk bangunan dan genting rumah. "Sementara kami tidak mengungsi karena bagian depan rumah masih aman kok," ucapnya.
Selain di Samigaluh, peristiwa tanah longsor juga terjadi di Kapanewon Kokap. Talut di Dusun Keji, Kalurahan Hargotirto, Kokap, ambrol hingga menimpa sebuah rumah, saat hujan disertai angin kencang melanda Kulonpogo, Jumat (14/2/2020).
Rumah yang baru dihuni selama lima bulan oleh empat anggota keluarga itu rusak parah di bagian tembok. Dua ruangan yang difungsikan sebagai kamar tidur juga hancur berantakan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Adapun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Pemilik rumah, Dulmanan mengatakan ambrolnya talut yang berada persis di barat rumahnya itu terjadi sesaat setelah hujan mulai reda sekitar pukul 15.30 WIB. Tanpa disertai tanda-tanda apapun, talut setinggi lima meter itu mendadak runtuh dan menimpa tembok rumahnya.
Dulmanan berserta sang istri dan kedua anaknya yang melihat kejadian tersebut lantas berlari menyelamatkan diri. "Yang rusak banyak mas, dipan, kursi, tv berserta raknya, sama tembok jebol," ujar Dulmanan, Sabtu (15/2/2020).
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonpogo, Edi Wibowo mengatakan hujan deras pada Jumat-Minggu menyebabkan sejumlah peristiwa di Kulonprogo. Selain tanah longsor di Hargotirto, Kokap dan Ngargosari, Samigaluh, cuaca buruk juga membuat sebuah pohon tumbang menimpa rumah di Beji, Kapanewon Wates dan atap sebuah rumah di Dusun Ngemplak, Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan roboh.
Sebagai antisipasi, BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan untuk waspada saat hujan turun. Masyarakat diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.