Meski Turun, Harga Bawang Putih Dinilai Masih Tinggi

Kajat, 57, menunjukkan bawang putih yang ia jual di salah satu los di Pasar Bendungan, Kapanewon Wates, Kulonpogo, Kamis (20/2/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara\\n
21 Februari 2020 02:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kulonprogo mulai berangsur turun. Kendati begitu, para pedagang menilai harga saat ini tergolong masih tinggi sehingga berimbas pada sulitnya menjual komoditas tersebut.

Seperti diketahui, harga bawang putih di Kulonprogo, beberapa waktu lalu mencapai Rp60.000 per Kg. Masuk pekan ketiga Februari, harga diketahui berangsur turun di kisaran Rp35.000 per Kg.

Penurunan tersebut dinilai tidak berdampak banyak terhadap pedagang. Sebab, harga menurut pedagang masih tergolong tinggi. "Normalnya itu Rp30.000, jadinya ya untuk saat ini penurunan tidak terlalu berdampak besar terhadap kami," ujar Warjiyah, 54, salah satu pedagang bawang putih di Pasar Bendungan, Kapanewon Wates, Kamis (20/2/2020).

Dijelaskan Warjiyah, harga bawang putih baik jenis Sinco maupun Kating normalnya sekitar Rp28.000-30.000 per Kg. Dengan harga segitu, pembeli tidak akan lari. Namun jika harga masih tinggi seperti sekarang, dipastikan dagangannya tidak laku.

"Sudah pasti itu mas, ini aja hampir satu minggu gak laku," ujarnya.

Saat harga normal, Warjiyah mengaku bisa menjual sedikitnya 5 kg bawang putih dalam sehari. Namun untuk saat ini, butuh setidaknya sepekan lebih hingga stoknya itu benar-benar ludes.

Hal serupa dialami Kajat, 57. Dia mengeluhkan sulitnya menjual bawang putih dalam beberapa pekan terakhir. Apalagi saat harga melambung pada awal Februari lalu, dirinya hampir tidak menjual komoditi tersebut. Di samping pembeli yang lari, stok bawang putih di distributor langganannya juga selalu habis. "Saat ini juga sama, sulit banget mas jualnya," ujarnya.

Atas persoalan ini, baik Kajat maupun Warjiyah, mengaku tak tahu kenapa harga bawang masih tinggi. Merekapun berharap pihak terkait bisa segera turun tangan dan menyelesaikan persoalan ini.