Kisah Jenazah 'Tertukar' Tragedi Sungai Sempor Turi

Agus Riyanto, kerabat (pakde) Faneza siswi SMP N 1 Turi korban tragedi Susur Sungai Sempor, memberi keterangan di halaman SMPN 1 Turi Sleman, Sabtu (22/2/2020). - Suara.com/Uli Febriarni
22 Februari 2020 19:27 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Jenazah Faneza Dida, korban dari SMPN 1 Turi, Sleman yang hanyut di Sungai Sempor saat kegiatan Pramuka, sempat diakui sebagai korban lain dan sudah dimakamkan.

Kerabat Faneza, Agus Riyanto, mengatakan, sempat mendengar kabar, jenazah keponakannya yang ditemukan pada Jumat (21/2/2020) sekitar pukul 19.00 WIB itu, diidentifikasi sebagai anak oleh orang tua korban lainnya. Kemudian, jenazah Faneza dimakamkan di Desa Kembangarum.

"Lalu atas permintaan orang tua Faneza, makam dibongkar sekitar pukul 03.00 WIB. Jenazah dimakamkan kembali di Desa Glagahombo, sekitar 11.30 WIB tadi," ungkapnya di halaman SMP N 1 Turi, Sabtu (22/2/2020).

Keluarga meyakini, jenazah yang 'tertukar' itu adalah jenazah Faneza, dikenali dari baju serta perhiasan yang dikumpulkan pihak RS dari jenazah Faneza. "Keluarga korban yang satu, saya tidak tahu namanya, dikira anaknya karena rambutnya sama-sama panjang," terang lelaki 45 tahun itu.

Ia menyebut, keponakannya itu merupakan anak yang selalu meraih juara kelas dan pendiam serta rajin belajar. "Orang tuanya cerita kepada saya, sepekan lalu ia mengeluarkan semua boneka yang ia punya dan dicuci semua. Itu saja yang kelihatan aneh tapi tidak ada firasat apa-apa," kata dia.

Sumber : Suara.com