SMK Ma'arif 2 Sleman Bersiap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Kunjungan SMK Ma'arif 2 Sleman ke Griya Harian Jogja pada Selasa (25/2/2020).-Harian Jogja - Rahmat Jiwandono
25 Februari 2020 21:57 WIB Rahmat Jiwandono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Dalam rangka memperingati harlah ke-31 SMK Ma'arif 2 Sleman ingin melakukan revitalisasi sekolah dan sistem pembelajaran. Harlah ke-31 akan dilaksanakan pada 28 Februari 2020.

Revitalisasi sekolah dilakukan guna menunjang kegiatan belajar mengajar. Sedangkan revitalisasi pembelajaran menyesuaikan perubahan zaman yaitu era Revolusi Industri 4.0.

"Tidak hanya sistem belajarnya tapi juga guru-gurunya dituntut untuk mengikuti perubahan zaman," ujar ketua panitia harlah, Lilik Dyah Astuti ketika mengunjungi griya Harian Jogja pada Selasa (25/2/2020).

Lebih lanjut Lilik mengatakan, tema harlah ke-31 kali ini adalah Kita Lestarikan Budaya Daerah. Nantinya murid-murid akan menggunakan pakaian adat dari seluruh Indonesia.

Adapun rangkaian acara harlah seperti bakti sosial dengan membagikan sembako di Desa Merdikorejo sebanyak 250 paket, doa bersama (mujahadah), kirab budaya mengelilingi dusun sampai Kecamatan Tempel yang diikuti oleh semua warga sekolah sebanyak 658 siswa serta 54 guru/karyawan, dan pemotongan tumpeng harlah berjumlah 31 tumpeng.

SMK Ma'arif mempunyai tiga jurusan yaitu tata boga, tata busana, dan teknik kendaraan ringan (TKR). Ketiga jurusan tersebut sudah terakreditasi A. Menurutnya, sekitar 90% alumninya sudah bekerja.

"10 persennya ada yang membuka usaha sendiri," kata dia.

Ia menyebutkan masing-masing jurusan memiliki keunggulan. Jurusan tata busana sudah memiliki mini garmen untuk tempat praktik menjahit bagi murid. Peralatan di mini garmen sesuai standar pabrik garmen pada umumnya.

Untuk jurusan tata boga punya teaching factory atau model pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui sinergi sekolah dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri.

"Jurusan TKR fasilitasnya belum maksimal meski sudah menerima servis mobil dan sepeda motor. Kami masih butuh tempat praktik otomotif," katanya.