Gerindra Bantul Bergejolak Jelang Pilkada

Bupati Bantul Suharsono dalam acara Sarasehan Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0 di Ruang Mandala Saba, kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (17/6/2019).- Harian Jogja - Ist
26 Februari 2020 17:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Rencana bakal calon Bupati Bantul Suharsono memilih Totok Sudarto sebagai bakal calon wakilnya dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Piklada) 2020 ini membuat internal Gerindra bergejolak. Sejumlah kader partai berlambang kepala garuda tersebut menginginkan bakal calon wakil Suharsono dari partai.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra, Darwinto mengakui banyak protes dari internal partai atas rencana Suharsono menggandeng Totok. Meski belum ada kepastian Suharsono memilih Totok, namun kader yang protes tersebut, kata Darwinto, menilai arah pilihan Suharsono kepada Totok Sudarto yang kini menjabat sebagai tenaga ahli bupati Bantul bidang kesejahteraan rakyat.

Menurut Darwinto, beberapa kader internal mengharapkan pendamping Suharsono dari internal partai yang memiliki visi misi kuat dan benar-benar petarung dalam dunia politik. Selain itu juga memiliki kapasitas dan massa yang jelas, “Bukan hanya massa gambaran tapi riil dan memiliki tim sukses jelas,” kata Darwinto, saat dihubungi Rabu (26/2/2020).

Nama-nama yang disodorkan mendampingi Suharsono sejauh ini adalah Nur Subiantoro yang merupakan pengurus Gerindra DIY dan menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bantul. Selain Nur Subianntoro, ada Danang Wahyu Broto yang merupakan wakil ketua DPD Gerindra DIY dan menjabat sebagai anggota DPRD DIY.

Keinginan pendamping Suharsono dari internal Gerindra bukan hanya disuarakan tingkat kabupaten dan DIY, namun pengurus Sekretais Jenderal DPP Gerindra, Ahmad Muzani saat berkunjung ke Jogja diakuinya juga berharap Suharsono dapat bersinergi dengan kader internal partai dalam pilkada 2020 ini.

Darwinto berujar sejauh ini belum ada komunikasi dari Totok Sudarto dengan Gerindra, bahkan Totok tidak mendaftar dalam penjaringan yang dilakukan DPC Gerindra Bantul, “Pak Totok maju lewat Golkar. Saya pribadi belum pernah bertemu dan ngobrol,” kata dia. Lebih lanjut Darwinto mengaku belum mengetahui jika Totok Sudarto nantinya mendaftar lewat penjaringan Gerindra tingkat DIY.

Nur Subiantoro membenarkan keinginan DPP Gerindra agar mendahulukan kader internal untuk mendampingi. Ia tidak menampik namanya menajdi salah satu kandidat pendamping Suharsono selain Danang Wahyu Broto. Namun dirinya sudah menyampaikan pada DPP untuk memilih nama lain karena ia ingin konsentrasi di DPRD. , “Saya sudah matur ke Pak Muzani tidak sanggup mendampingi Pak Suharsono dan ingin konsentrasi di DPRD,” kata Nur Subiantoro.

Sementara itu Suharsono, saat dimintai konfirmasi mengaku masih akan berkoordinasi dengan pengurus DPC Gerindra. “Yang jelas tidak mungkin dalam satu partai mengajukan dua nama [sama-sama internal Gerindra],” katanya, singkat.

Adapun Totok Sudarto enggan mengomentari soal protes internal Gerindra, “Saya tidak tahu karena saya bukan dari partai Gerindra,” kata Totok, melalui pesan singkat aplikasi whatsapp.