Kaca Mobil Dipecah, Uang & Perhiasan Senilai Belasan Juta Rupiah Lenyap

Oni Dewanti, 22, melihat kondisi kaca mobil yang dipecah oleh pencuri, Kamis (27/2/2020). Pencuri berhasil mengambil uang belasan juta, alat kosmetik, dan perhiasan dari dalam mobil yang diparkir di depan rumahnya di Dusun Kepek, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
27 Februari 2020 11:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Aksi perampokan dengan modus pecah kaca mobil terjadi di Dusun Kepek, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Kamis (27/2/2020). Pelaku berhasil menggondol tas berisi uang, kalung emas dan peralatan make up senilai belasan juta rupiah.

Pemilik mobil, Oni Dewanti, 22, mengungkapkan peristiwa itu pertama kali ia ketahui sekitar pukul 06.00 WIB. Ketika akan mengambil barang-barang di dalam mobil, ia dikagetkan dengan kondisi kaca depan sebelah kiri Mobil Honda Jazz merah bernomor polisi AB 1998 C yang ia parkir di depan rumahnya sudah pecah.

"Saya lihat kok kaca mobil sudah pecah. Terus liat baju saya kececer di jalan depan rumah," ujar Oni, saat ditemui awak media, Kamis pagi.

Oni lantas mengecek bagian dalam mobil. Didapati, tas berisikan uang Rp12 juta, kalung emas seberat 10 gram senilai Rp3,5 juta dan peralatan make up senilai jutaan rupiah yang ia taruh di bangku depan penumpang sudah lenyap.

Oni mengungkapkan, sebelum kejadian ini, ia sempat mendengar suara gaduh di depan rumahnya pada Kamis sekitar pukul 01.00 WIB. Namun ia tak menghiraukan hal tersebut karena menurutnya itu adalah suara tetangganya yang berjualan bakmi goreng.

"Saya dengar ada suara keras, tapi saya pikir itu tetangga yang lagi nutup warung, biasanya suaranya begitu. Nah setelah itu saya denger lagi tuh ada suara motor yang digas kenceng, tapi ya saya gak curiga sama sekali, pikir saya itu cuman pengguna jalan yang lewat," terangnya.

PLH Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya juga sudah mendatangi TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti di antaranya serpihan busi. "Kemungkinan ini yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya," ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini kasus tersebut tengah dalam penyelidikan. Timnya juga sudah diterjunkan untuk memburu pelaku. "Untuk jumlah pelaku kami belum ketahui, saat ini masih kami selidiki, kepada masyarakat kami imbau untuk tidak menaruh barang-barang berharga di dalam mobil," ucapnya.