Uji Emisi Gratis di Balaikota Jogja, Catat Jadwal dan Lokasinya
Uji emisi gratis digelar Pemkot Jogja pada 22 dan 24 September 2026 di Plaza Balaikota. Catat jadwal dan lokasinya.
Guguran lava pijar gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (29/12/2018) dini hari. Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada Sabtu pukul 00.13 WIB terjadi guguran lava pijar Gunung Merapi dengan jarak luncur 400 meter ke arah hulu Kali Gendol./Antara-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA—Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) merencanakan pembangunan 85 sabo dam baru di kawasan sungai sekitar lereng Gunung Merapi baik di wilayah DIY maupun Jawa Tengah.
Penambahan sabo dam baru itu untuk meningkatkan daya tampung terhadap material lahar dari Merapi hingga mencapai 70 juta meter kubik.
Kabid Perencanaan dan Program BBWSSO Pramono mengatakan pihaknya turut menangani sungai di kawasan Merapi dengan membangun sabo dam yang berfungsi menahan sekaligus mengurangi kecepatan lahar atau material vulkanis dari Merapi. Oleh karena itu pihaknya mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk pembangunan sebanyak 85 sabo dam baru di sungai lereng Merapi baik di wilayah DIY maupun Jawa Tengah.
“Sebenarnya sudah banyak dibangun baru dan rehabilitasi, tetapi untuk 85 sabo dam ini untuk menambah dari yang sudah ada, tersebar di sungai lereng Merapi. Karena memang masih dibutuhkan akan kami usulkan lagi ini, sedang dalam proses perencanaan,” ungkapnya saat ditemui Harian Jogja di kantornya belum lama ini.
BBWSSO sebelumnya telah menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi sabo dam Kali Woro berupa pembangunan 11 sabo dam di Klaten, Jawa Tengah pada 2016 hingga 2018. Selain di aliran Sungai Woro, rehabilitasi dan rekonstruksi sabo dam juga dilakukan di kawasan Sungai Gendol, Sleman pada 2016 hingga 2018.
Ahli Perencanaan BBWSSO Rr. Vicky Ariyanti menambahkan rencanan penambahan sabo dam baru itu sekaligus menargetkan agar sabo dam di semua titik sungai lereng Merapi memiliki daya tampung material hingga 70 juta meter kubik. Jika sebelumnya kemampuannya hanya sekitar 30 juta meter kubik, kemudian saat erupsi Merapi 2010 banyak yang rusak karena material yang meluncur sebanyak 140 juta meter kubik.
“Kami ada target untuk 70 juta meter kubik, secara total yang bisa ditampung. Dulu hanya mampu menampung 30 juta meter kubik, saat 2010 karena [material lahan mencapai] 140 juta meter kubik. Harapan kami dengan ditingkatkan menjadi 70 juta meter kubik ini masih ada [material] yang tertampung,” ucapnya.
Kasi Pelaksanaan BBWSSO Shakti Rahadiansyah menyatakan perencanaan 85 titik sabo telah melalui kajian dengan menyesuaikan titik sabo dam lama yang sudah dibangun atau yang direhabilitasi. Pada pembangunan sebelumnya juga ada yang melibatkan pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). “Perencanaan 85 sabo dam itu tersebar di 15 sungai yang berhulu di Merapi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Uji emisi gratis digelar Pemkot Jogja pada 22 dan 24 September 2026 di Plaza Balaikota. Catat jadwal dan lokasinya.
Jadwal SIM Sleman Sabtu 26 September 2026 tersedia di MPP Sleman dan SIM Keliling Malam. Cek lokasi, jam, dan syarat lengkapnya.
Jadwal layanan SIM Jogja Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.