Seperti Ini Kesiapan RSUP Dr Sardjito Tangani Pasien Virus Corona

Sejumlah awak media mengabadikan ruang isolasi satu pasien rujukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Rabu (29/01/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
03 Maret 2020 00:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito tidak menaikkan status waspada terkait dua orang WNI yang positif terkena virus Corona. Kedua WNI tersebut tertular karena berinteraksi dengan temannya asal Jepang.

Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan mengungkapkan, bahwa RSUP Dr Sardjito siap menangani virus itu. Mulai dari aspek kesiapan sumber daya manusia, peralatan, dan ruangan.

"Kami siap jika ada yang dirujuk ke sini," kata dia kepada Harianjogja.com, Senin (2/3/2020).

Untuk menangani virus Corona, pihaknya mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Semenjak awal kasus itu muncul sudah bersiap-siap," katanya.

Ia mengklaim, kesiapan RSUP Dr Sardjito berada pada level kesiapan tinggi.

Adapun jumlah dokter yang disiagakan untuk menangani kasus Covid-19 yaitu empat dokter paru untuk pasien dewasa dan tiga dokter paru-paru untuk pasien anak-anak. Dokter lain pun juga disiagakan.

"Ada bantuan dari dokter anestesi serta dokter laboratorium," ujar Banu.

Hingga kini, RSUP Dr Sardjito menerima orang-orang yang meminta surat keterangan (suket) yang menyatakan bebas virus Corona. Mereka meminta suket karena baru berkunjung ke negara-negara yang terkonfirmasi virus itu.

"Setelah 14 hari mereka dikarantina, mereka akan mencari kerja maka butuh surat tersebut," katanya.

Selain itu, belum ada masyarakat dari Jogja yang memeriksakan diri setelah bepergian ke luar negeri. "Sejauh ini belum ada," imbuhnya.

Banu mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir namun selalu waspada agar tidak tertular virus itu. "Kalau ada gejala-gejala segera periksakan ke rumah sakit," katanya.