Hujan Abu Merapi ke Arah Boyolali, Penerbangan di Bandara Adisutjipto dan YIA Masih Normal

Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
03 Maret 2020 11:37 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah mengalami erupsi pada Selasa (3/3/2020) dini hari hingga menyebabkan hujan abu di wilayah Boyolali. Sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta tetap berjalan normal. Angin yang bertiup ke arah utara dipastikan tak mengganggu aktivitas di bandara terkait.

"Dari pengamatan yang di lakukan AFFR dan AOCC pada pukul 06.00-06.50 WIB tiupan angin mengarah ke utara dan barat daya. Pengecekan dengan paper test juga menunjukkan keadaan negatif [tidak mengganggu penerbangan]," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Agus Pandu Purnama, Selasa.

Menurutnya, berdasarkan data yang diterima dari petugas AFFR, angin bertiup dengan kecepatan 30 Knot. Sementara, ketinggian guguran awan panas mencapai enam kilometer, yang mengarah ke Kali Gendol, dengan jarak maksimal dua kilometer.

"Hasil pengamatan tersebut menjelaskan bahwa tidak ada penerbangan yang terganggu. Bandara Adisutjipto dan Yogyakarta International Airport (YIA) berjalan normal," ungkapnya.

Meski terjadi erupsi Gunung Merapi hingga menunjukkan status waspada, aktivitas di wilayah DIY masih berjalan normal.

Sebelumnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan, terjadi erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 05.22 WIB. Badan Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mencatat, erupsi tersebut memiliki amplitudo 75 mm dan durasi 45 detik.

Kolom asap letusan gunung api di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta ini mencapai 6.000 m, atau 6 km, dari puncak. Selain itu, pascaerupsi Merapi mengeluarkan awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 km. Sebagian wilayah di Kabupaten Boyolali dan Klaten mengalami hujan abus disertai pasir akibat erupsi Merapi.

Sejak 21 Mei 2018 hingga saat ini, status Merapi masih waspada.

Sumber : Suara.com