Langgar Kode Etik Dosen, Pejabat UMY Dicopot

Rektor UMY Gunawan Budianto (kedua kiri) saat jumpa pers di kampus tersebut, Jumat (6/3/2020).-Harian Jogja - Rahmat Jiwandono
06 Maret 2020 21:17 WIB Rahmat Jiwandono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL–Seorang dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berinisial EPP dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) UMY. Pencopotan dilakukan karena yang bersangkutan dituduh melanggar kode etik dosen.

Rektor UMY Gunawan Budianto mengatakan EPP sudah diberhentikan dari jabatannya pada Rabu (4/3/2020). Ia menyebut kode etik yang dilanggar adalah Peraturan Kepegawaian UMY yang isinya mengatur kode etik pegawai yakni pedoman sikap, tingkah laku, perbuatan di dalam dan di luar kampus.

"Pelanggaran itu dilakukan ketika menjabat sebagai LKUI," katanya dalam jumpa pers di UMY, Jumat (6/3/2020).

Selain itu kata dia EPP juga melanggar kode etik dosen UMY tentang etika dosen terhadap sesama dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

EPP disebut memaki enam mahasiswi. Kata-kata makian itu seharusnya kata dia tidak diucapkan oleh dosen tersebut. Keenam mahasiswi tersebut mendapat perlakuan buruk saat magang di LKUI selama satu tahun terakhir.

"Kata-kata yang terlontar seperti idiot dan bodoh. Ucapan itu dikeluarkan karena ia merasa mahasiswi magang tidak mampu memenuhi apa yang diinstruksikan oleh Kepala LKUI," katanya.

Terkait dengan kabar pelecehan seksual yang dilakukan oleh EPP terhadap mahasiswi, otoritas UMY membantah hal tersebut.

"Tidak benar itu, yang ada cuma kata-kata kasar dan juga sedikit mendorong mahasiwi," katanya.

Wakil Rektor II UMY Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Nano Prawoto menuturkan meski EPP sudah dicopot dari jabatannya, tetapi tidak diberhentikan sebagai dosen di Jurusan Ilmu Pemerintahan UMY. "Dia masih mengajar seperti biasa," katanya.