Partisipasi Baru 7%, BPS Didorong Aktif Sosialisasi

Anggota DPD RI GKR Hemas (paling kanan) bersama sejumlah anggota DPD RI asal DIY lainnya saat mengisikan data sensus penduduk online, Selasa (10/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
11 Maret 2020 09:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Jumlah partisipasi warga DIY dalam Sensus Penduduk Online (SPO) hingga Senin (9/3/2020) baru mencapai 7,86%. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) agar lebih aktif melakukan sosialisasi guna meningkatkan minat warga melakukan SPO yang masih tersisa waktu dua pekan lagi.

DPD RI menggelar rapat terkait pengawasan terhadap pelaksanaan UU Statistik utamanya sensus penduduk yang dihadiri Anggota DPR RI Perwakilan DIY, antara lain GKR Hemas, Hilmy Muhammad, Cholid Mahmud dan Afnan Hadikusumo, Selasa (10/3/2020). Kelimanya melakukan pengisian sensus penduduk online melalui komputer yang telah disediakan di Kantor DPD RI. Selain dari BPS DIY, rapat itu dihadiri Bappeda DIY, Biro Tata Pemerintahan serta Disdukcapil kabupaten dan kota.

GKR Hemas mengatakan seiring masih rendahnya partisipasi warga DIY dalam melakukan sensus online, pihaknya mendorong BPS untuk mencari strategi yang tepat dalam melakukan sosialisasi. Strategi itu bisa dilakukan dalam berbagai bentuk asal BPS bisa menjelaskan secara detail dan mampu mengajak warga melakukan sensus.

"Mengumpulkan masyarakat untuk diberi sosialisasi itu kadang butuh strategi. Apa yang disenangi masyarakat, misalnya pengajian, atau event lainnya. Tetapi itu tugas BPS mencari strategi supaya masyarakat mendapatkan informasi. Intinya masyarakat tertarik diberi penjelasan," katanya di sela-sela rapat dengan BPS DIY dan sejumlah instansi terkait, Selasa (10/3/2020).

Hemas mengimbau kepada warga DIY untuk segera mendaftar sensus penduduk online sebagai bentuk tanggungjawab warga negara. Masyarakat hendaknya menyadari bahwa data tersebut sangat dibutuhkan oleh negara dalam menentukan suatu kebijakan.

"Apakah sosialisasinya kurang maksud saya, atau memang kesadaran masyarakat belum. Karena ada yang minta tidak mengisi lewat online tetapi minta diwawancarai, mengko ndak [nanti khawatir] BPS ora duwe gawean [BPS tidak ada kerjaan]," katanya.

Para anggota DPD RI ini siap mengerahkan konstituennya untuk diberikan sosialisasi guna meningkatkan partisipasi sensus online. Mengingat DIY telah memiliki fasilitas teknologi yang cukup dan masyarakat banyak dari golongan terpelajar namun partisipasi sensus online sangat rendah.

"Mestinya kita malu DIY dengan luas tidak terlalu besar, fasilitas teknologi cukup tinggi dan masyarakatnya terdidik, tetapi partisipasi sensus online rendah," kata Cholid Mahmud.

Di sisi lain, Afnan Hadikusumo meminta BPS DIY untuk lebih berhati-hati dalam mengelola data yang disampaikan penduduk. Karena akhir-akhir ini rawan terjadinya pencurian data untuk disalahgunakan. Selain sistem keamanan teknologi informasi harus mumpuni, seluruh petugas harus berkomitmen menjaga data tersebut.

Kepala BPS DIY Heru Margono menjelaskan hingga Senin (9/3/2020) jumlah partisipasi sensus online sebanyak 7,96%. Adapun target partisipasi untuk wilayah DIY sebanyak 21% hingga 31 Maret 2020. Sosialisasi sebenarnya sudah terus diupayakan oleh para petugas BPS. Meski rata-rata melalui online tergolong kecil, tetapi pihaknya akan menyisir secara manual atau wawancara.

"Kami sudah melakukan sosialisasi tetapi surat edaran atau informasi yang harus disampaikan dari kelurahan atau kecamatan itu tidak sampai ke warga," katanya.

Selain itu rendahnya partisipasi karena kesadaran masyarakat terhadap data masih sangat rendah. Karena sebagian warga justru besar lebih senang jika didatangi. Untuk sensus manual pihaknya menerjunkan 7.009 personel untuk mengcover seluruh wilayah DIY. Heru menyambut baik dengan rencana DPD RI yang akan memberikan ruang untuk sosialisasi sensus di hadapan konstituennya.

"Mungkin kalau yang mengajak pimpinan mungkin bisa ikut semua, mudah-mudahan. Ini sangat membantu kami untuk meningkatkan partisipasi," ucapnya.