Koalisi Masih Sebatas Komunikasi, Dinamika Politik Masih Sangat Cair

ilustrasi. - dok
11 Maret 2020 19:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jelang pilkada di tahun ini, dinamika politik di Gunungkidul masih sangat cair. Selain belum memastikan calon yang bakal diusung, partai politik belum menentukan arah koalisi karena hingga sekarang masih sebatas komunikasi.

Berdasarkan raihan kursi di DPRD Gunungkidul, hanya PDI Perjuangan dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang bisa mengusung calon sendiri. Enam partai lainnya seperti PAN, Golkar, Gerindra, PKB, PKS dan Demokrat harus membentuk koalisi agar bisa mengusung calon dalam pilkada.

Sekretaris DPD Partai Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho, mengatakan untuk bisa mengusung calon partai politik harus memiliki sembilan wakil di DPRD Gunungkidul. Menurut dia, dengan hanya memiliki lima kursi di Dewan, Golkar tidak bisa mengusung calon sendiri dalam pilkada. “Satu-satunya jalan untuk maju kami harus berkoalisi dengan partai lain,” kata Heri, Rabu (11/2/2020).

Menurut dia, partainya sudah membuka komunikasi politik dengan partai lain. Sebagai contoh saat penjaringan bakal calon kepala daerah, pengurus dari DPD PAN hadir untuk mengantar Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, ikut dalam penjaringan. Heri mengakui komunikasi tidak hanya dilakukan dengan satu partai karena semuanya juga menjalin hubungan yang baik.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian untuk maju bersama karena masih dalam tahap penjajakan. “Untuk koalisi belum. Jadi semua masih sangat mungkin terjadi,” kata Heri.

Disinggung mengenai calon yang akan diusung, Heri mengakui masih menunggu rekomendasi dari Pusat. Ia menyakini dalam waktu dekat rekomendasi bisa segera turun. “Kemungkinan akhir bulan dan mudah-mudahan untuk koalisi bisa segera terbentuk,” katanya.