Di Tengah Corona, Pilkades Sleman Diputuskan Tetap Sesuai Jadwal

Ilustrasi. - Antara
20 Maret 2020 15:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Agenda Pilkades di kabupaten Sleman yang rencananya diselenggarakan pada 29 Maret 2020 tetap digelar di tengah wabah virus Corona (Covid-19). Pilkades di Bumi Sembada tahun ini akan diselenggarakan dengan menggunakan sistem e-voting.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sleman Budiharjo mengatakan pilkades yang digelar dengan menggunakan sistem e-voting tersebut tetap digelar karena merupakan pilkades periode yang ketiga atau yang terakhir pada masa jabatan enam tahun.

"Sehingga pilkades secara e-voting harus tetap dilaksanakan. Karena maksimal dalam satu periode jabatan adalah tiga kali dan ini merupakan periode yang ketiga dengan masa jabatan enam tahun. Namun, apabila ada hal hal yang sifatnya sangat mendesak dan khusus tentunya akan ada kebijakan lebih lanjut," ujar Budiharjo, Jumat (20/3/2020).

Dia menyadari pilkades kali ini digelar di tengah ancaman wabah Covid-19. Itulah sebabnya, sebagai bentuk antisipasi, dinasnya sudah berkoordinasi dengan pimpinan dan beberapa instansi.

"Pada prinsipnya, dalam rangka pencegahan Covid-19, di tempat pemungutan suara akan disediakan hand sanitizer, hand soap dan air mengalir serta tisu bagi pemilih,” kata dia.

Tak hanya itu, DPMD Sleman juga akan melayangkan surat edaran kepada setiap ketua PPS. Dalam surat edaran itu ada beberapa imbauan, di antaranya mengatur jadwal undangan bagi para calon pemilih; menyusun tatanan kursi ruang tunggu dengan jarak antarkursi minimal satu meter. “Ini antisipasi yang kami laksanakan," kata mantan Kepala Inspektorat Sleman ini.

Sertifikasi TTL

Dia menambahkan dinasnya juga sudah memberikan sertifikasi lapangan bagi tim teknis lapangan (TTL) yang akan bertugas di 1102 TPS. Upaya sertifikasi dilakukan di Stadion Maguwoharjo, Kamis (19/3/2020) lalu.

Sertifikasi juga mendatangkan tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman untuk mengecek kondisi kesehatan masing-masing petugas TTL sebelum memasuki Stadion Maguwoharjo.

"Sertifikasi mendatangkan tim Dinkes Sleman. Sebelum masuk peserta dicek suhu tubuhnya menggunakan thermal scanner. Apabila ada peserta yang suhu badannya melebihi 38 derajat tentunya akan dilaksanakan pemeriksaan medis. Alhamdulillah tidak ada panitia dan petugas teknis lapangan tidak ada yang di atas 38 derajat Celsius," ujar dia.