PILKADES SLEMAN: Masih Bisa Maju Lagi, 4 Kades Pilih Tak Mencalonkan Diri

Ilustrasi. - Antara
19 Februari 2020 02:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Sleman yang digelar pada 29 Maret mendatang, diikuti oleh 45 orang kepala desa dan mantan kepala. Mereka akan memperebutkan kursi nomor satu di desa bersama puluhan kandidat lainnya dengan latar belakang berbeda.

Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sleman Agung Endarto mengatakan dari 49 desa yang melaksanakan Pilkades tidak semua kandidatnya berasal dari kades (incumbent) maupun mantan kades. Empat desa itu, masing-masing Argomulyo (Cangkringan), Hargobinangun (Pakem), Caturharjo (Sleman) dan Sumbersari (Moyudan).

"Di empat desa itu dipastikan tidak diisi oleh incumbent ataupun mantan kades. Mereka tidak maju meskipun masih memiliki kesempatan untuk maju. Kami tidak mengetahui alasannya secara detail," kata Agung saat ditemui di kantornya, Selasa (18/2/2020).

Agung menjelaskan, keempat desa itu termasuk dari 33 orang kades yang masa jabatannya berakhir pada 30 November 2019 lalu. Sementara tahun ini terdapat 14 orang Kades yang masa jabatannya berakhir pada 30 April 2020. "Bedanya, kalau incumbent ikut Pilkades, mereka harus mengambil cuti. Ini berbeda dengan mantan Kades yang tinggal mendaftar kembali untuk berkompetisi," katanya

Menurutnya, pengajuan cuti para incumbent sudah dilakukan seiring proses permohonan izin kepada Bupati untuk ikut Pilkada. Status cuti para incumbent berlaku, katanya, sejak panitia Pilkades menetapkan calon Kades. Penetapan calon Kades yang berhak ikut Pilkades akan dilakukan pada 22 Februari mendatang.

"Kalau sudah ditetapkan itu artinya lolos seleksi administrasi. Sejak saat itu, status cuti incumbent mulai berlaku hingga Panitia Pilkades menetapkan calon Kades terpilih pada April mendatang," katanya.