Kajari Bantul Positif Corona, 170 Orang yang Pernah Bersinggungah Sudah Ditelusuri

Sekda Bantul Helmi Jamharis (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo saat menyampaikan kondisi terkini soal Covid 19 di kantor Dinas Kesehatan setempat, Selasa (24/3/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
24 Maret 2020 15:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Kepala Kejaksaan Negeri Bantul, Zuhandi dinyatakan positif terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo mengklarifikasi soal rumor sejumlah pejabat yang pernah menjenguk Kajari sehingga kemudian dinyatakan positif.

Agus mengatakan jika ada pasien yang mengarah pada Covid-19 dipastikan sudah dirawat di rumah sakit rujukan.

Ia tidak menampik sejumlah pejabat di Bantul membesuk Kajari seperti yang beredar dalam bentuk foto-foto. Agus membenarkan foto itu adalah saat membesuk Kajari Bantul. Namun pembesukan itu dilakukan pada saat Kajari dirawat di Rumah Sakit UII Bantul di Jalan Srandakan, Pandak, Bantul atau sebelum Zuhandi dinyatakan posiif terinfeksi Covid-19.

Selain sejumlah pejabat Bantul yang menjenguk, Kajari juga dibesuk oleh sejumlah kolega dan staf di lingkungan Korp Adhiyaksa Bantul dan DIY. “Kenapa mereka membesuk karena tidak ada indikasi Covid-19 [saat itu] dan Rumah Sakit UII terbuka melayani pembesukan,” kata Agus, dalam jumpa pers di kantor Dinas Kesehatan, Selasa (24/3/2020).

“Sebelum di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Zuhandi dirawat di RS UII dengan indikasi awal tipes," ujar dia.

Zuhandi diketahui masuk RS UII pada 6 Maret 2010 dengan keluhan demam, sesak napas dan batuk. Pada 11 Maret Zuhandi merasa sudah membaik dan dinyatakan boleh pulang. Pada 16 Maret Zuhandi masuk kantor dalam kondisi masih batuk dan atas saran koleganya di Kejari Bantul, Zuhandi di bawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Di RSUD panembahan Senopati Bantul kondisi yang dialami Zuhandi mengarah ke Covid-19 dan dinyatakan positif Covid-19.

Agus menyatakan kondisi Zuhandi saat ini semakin membaik, “Hari ini akan dilakukan tes swab lagi apakah sudah ada perubahan status infeksi Covid-19. Tapi kondisi baik sudah tidak ada batuk,” ujar Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan semua pihak termasuk pejabat yang pernah bersinggungan dengan Kajari Bantul selama masa inkubasi sudah dilakukan penelusuran.

Totalnya ada sekitar 170 orang yang pernah bersinggungan termasuk menjenguk, termasuk para pejabat. Sebagian yang kontak erat dengan pasien tersebut sudah selesai isolasi mandiri dan akan dikeluarkan surat bebas isolasi.

Ia memastikan yang bersinggungan langsung dengan Kajari selama menjalani proses pengobatan tidak berarti pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang dalam pemantauan (ODP)

“Pejabat atau siapa pun yang pernah kontak erat [dengan pasien positif Covid-19] disebut kontak erat resiko tinggi. Bukan ODP dan PDP. Disebut ODP jika ada gejala-gejala. Kalau kontak erat dengan gejala tapi tak sesak napas atau pneumonia itu ODP. Kalau sesak itu PDP pasti dirujuk,” papar Agus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan kemungkinan pasien positif Covid-19 itu terpapar dari Jakarta karena pasien tersebut biasa pulang pergi Jakarta-Bantul.

Adapun berdasarkan data di corona.jogjaprov.go.id, di DIY hingga Senin (23/3/2020) sore terdapat lima orang positif Covid-19, 596 orang dalam pemantauan (ODP), 81 pasien dalam pemantauan (PDP). Pasien sembuh sejumlah satu orang.