Kasus Covid-19 di Sleman Naik, Kamar Isolasi Terus Ditambah

Foto ilustrasi. - Antarafoto
04 April 2020 01:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rumah sakit rujukan di Sleman menyiapkan tambahan ruang isolasi seiring terus meningkatnya pasien dengan gejala Covid-19. PKU Muhammadiyah Gamping misalnya menyiapkan delapan kamar isolasi untuk penanganan pasien Corona.

Humas dan Kominfo RS PKU Muhamadiyah Gamping, Hepy Setyo Dewanto mengatakan hingga kini manajemen rumah sakit sedang merampungkan delapan unit kamar isolasi. Kamar tersebut digunakan untuk merawat pasien dengan Covid-19.

Sebelumnya rumah sakit ini menangani tiga orang pasien dengan gejala Covid-19, karena belum ada ruang isolasi ketiga pasien kemudian dirujuk ke RSUP dr Sardjito.

"Saat ini untuk ruang isolasi Covid-19 belum selesai penyiapannya. Adapun untuk ketenagaan sudah dipersiapkan dan diberi pelatihan," katanya, Jumat (3/4/2020).

PKU Gamping sebelumnya membekali tegana medis dengan skill drill penanganan Covid-19. Hal itu dilakukan agar paramedis mampu menangani pasien sesuai standar operasional protokol penanganan Covid-19. Hanya saja, kata Hepy, untuk peralatan penunjang di rumah sakit tersebut masih terbatas.

"Untuk google glass kami hanya memiliki 10 unit, masker N95 hanya 30 unit, sepatu boot empat pasang. Jadi APD masih kurang," katanya.

Divisi Humas dan Marketing Rumah Sakit JIH Jogja, Febriana Endah Sari mengatakan, keberadaan ruang isolasi untuk menangani PDP maupun Covid-19 masih belum mengalami kendala. "Untuk ruang isolasi sampai saat ini masih aman. Dan beberapa pasien PDP kondisinya berangsur membaik," katanya.

Untuk pelaksanaan RDT, Endah mengaku masih mengumpulkan infomasi terkait pelaksanaanya. Begitu juga dengan kebutuhan APD di rumah sakit tersebut. Meskipun jumlah beberapa item APD masih memadai, namun khusus untuk masker C95 pihaknya masih kesulitan.

"Informasi yang kami dapat, memang ada bantuan APD dari pemerintah tetapi jumlahnya saya tidak paham. Kami juga mendapat bantuan APD dari sejumlah pihak," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan jumlah pasien kasus Covid-19 memang ada kecenderungan meningkat. Menghadapi situasi semacam ini, RSUD Sleman menambah tiga kamar semi isolasi. Berbeda dengan ruang isolasi, kamar semi isolasi tidak menggunakan tekanan negatif melainkan hanya hepafilter atau exhaust.

"Kami sebelumnya hanya punya dua kamar isolasi. Kami terus melakukan renovasi dengan menambah sembilan kamar isolasi dengan ukuran lebih besar agar bisa menampung dua pasien sekaligus," katanya.

Menurutnya, ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit menjadi hal yang perlu dilakukan saat ini. Sebab pasien Covid-19 sudah ditentukan sejak berstatus dalam pengawasan (PDP), pasien dengan gejala sedang dan berat harus dirawat di ruang isolasi.

"Jumlah kamar isolasi di sembilan rumah sakit rujukan keseluruhan hanya memiliki 35 kamar isolasi. Kalau dilihat dari tren kenaikan pasien dengan rata-rata empat ruang isolasi di rumah sakit jelas kurang," katanya.