Tak Ada Hujan, Rumah Nenek Turmini Mendadak Roboh

Ilustrasi rumah ambruk - Istimewa
13 April 2020 03:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nasib apes menimpa seorang nenek bernama Turmini, 60, warga Dusun Nglebak, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar. Tak ada hujan tak ada angin, bagian dapur rumah yang ditinggali mendadak ambruk, Minggu (12/4/2020) sekitar pukul 10.57 WIB. Berdasar hasil pemeriksaan, bangunan tersebut ambruk diduga lantaran sejumlah tiang penyangga rapuh.

Informasi yang berhasil dihimpun, nenek Turmini saat kejadian tengah berada di halaman rumah untuk menjemur hasil panen jagung. Namun mendadak bangunan dapur rumah ambruk.

Mendapati kejadian itu, nenek yang tinggal seorang diri tersebut lantas berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga langsung berdatangan membantu Turmini. Selama ini Mbah Turmini tinggal seorang diri karena suaminya sudah meninggal dunia.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kejadian itu. Menurutnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena sang pemilik berada di luar rumah saat kejadian. "Kondisi rumah sebelumnya sudah miring dan sejumlah tiang rapuh," kata Edy, Minggu.

Setelah menerima laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul langsung menuju lokasi untuk penanganan awal. Dalam kejadian tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp6 juta. "Besok [Senin, 13/4] kami menggelar kerja bakti bersama warga untuk membersihkan puing dan membangun kembali rumah yang rusak," katanya.

Kepala Desa Katongan, Jumawan, mengungkapkan robohnya bangunan rumah Turmini terjadi akibat sejumlah tiang penyangga lapuk termakan usia. "Setelah kejadian warga langsung bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan. Yang ambruk hanya bangunan bagian dapur, bukan rumah intinya," ujarnya.

Terkait dengan bantuan, Pemdes Katongan masih melihat dampak kerusakan. Ia tak menampik pemerintah desa membantu memperbaiki rumah Turmini. "Kami sudah berkoordinasi dengan kepala dusun untuk pembersihan puing, untuk langkah selanjutnya kami masih menghitung kebutuhan material dan lainnya," kata Jumawan.