Beli Ternak di Pasar Hewan Terpadu Kulonprogo Bisa Dilakukan Melalui Aplikasi Taniku

Sejumlah sapi yang ada di pasar hewan terpadu di Kecamatan Pengasih, beberapa waktu lalu. Kehadiran pasar hewan terpadu ini harapannya bisa mendorong para peternak lebih peka terhadap pergerakan harga ternak di pasaran.Harian Jogja/Uli Febriarni
15 April 2020 02:17 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemanfaatan teknologi Internet untuk memudahkan berbagai kegiatan petani terus dikembangkan. Beragam fitur aplikasi Taniku rancangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo pun dioptimalkan.

Pada pengembangan terbarunya, Taniku tidak hanya mengakomodasi pada petani dan peternak. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Aris Nugraha mengatakan kini Taniku dilengkapi fitur Pasar Hewan Terpadu (PHT). "Fitur tersebut mengakomodasi Pasar Hewan Pengasih dan Pasar Hewan Klangon," ujarnya ditemui pada Selasa (14/4/2020).

Aris menerangkan dalam fitur tersebut, terdapat informasi jadwal hari pasaran jawa buka pasar hewan beserta detail fasilitas yang ada. Misal pada Pasar Hewan Pengasih terdapat tiga bangunan shelter sapi, dua bangunan shelter kambing dan domba, dua bangunan shelter unggas, dan lain sebagainya.

"Sebelumnya belum ada fitur PHT ini, harapannya pengunjung yang datang bisa tahu apa saja yang ada di pasar hewan yang hendak dituju," ucapnya.

Selain Pasar Hewan Pengasih dan Pasar Hewan Klangon, Aris menjelaskan dalam fitur Pasar Hewan Terpadu terdapat juga informasi Pasar Burung dan Rumah Potong Hewan (RPH). Sama seperti sebelumnya, dalam fitur ini juga disematkan informasi hari buka, kontak, hingga beragam fasilitas yang ada.

Selain penambahan fitur Pasar Hewan Terpadu, Taniku juga aktif mengunggah produk-produk unggulan Kulonprogo. Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Trenggono Trimulyo mengatakan fitur ini selalu diperbarui untuk mengakomodasi produk unggulan khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) maupun pelaku usaha lainnya.

Saat ini terdapat 136 produk unggulan Kulonprogo yang dipromosikan di Taniku. "Hampir sebagian besar merupakan produk buatan KWT," ujarnya.

Trenggono mengatakan tidak ada syarat khusus atau seleksi agar dapat masuk Taniku. "Hanya saja, untuk produk olahan wajib memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sementara untuk bahan segar seperti telur, sayur, dan daging bebas tidak ada syarat," jelasnya.

Dia menambahkan, bagi siapapun pelaku usaha pertanian yang ingin mempromosikan produknya bisa saja langsung menghubungi Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo.

Memang sejauh ini Taniku hanya menjadi wadah promosi dari produsen ke konsumen. Trenggono menjelaskan pembelian masih dilakukan secara manual di mana calon pembeli menghubungi nomor produsen yang tertera di Taniku.

Salah satu KWT yang terdampak dari promosi Taniku adalah KWT Pawon Gendis. Ketua KWT Pawon Gendis, Dwi Martuti mengatakan produk Virgin Coconut Oil (VCO) buat kelompoknya belum lama diunggah. Meski baru diunggah di Taniku, dampak penjualan terhadap produk KWT begitu terasa. "Banyak yang datang ke kelompok, bilang kalau tahunya dari Taniku," ucapnya.

Dwi mengatakan di tengah pandemi Covid-19 yang masih mendera, promosi lewat Taniku mampu memberi situmulan positif bagi KWT. "Sangat membantu, Taniku membantu promosi produk buatan kami," ujarnya.