Internet Jadi Kendala Serius Pendaftaran Kartu Prakerja di Bantul

Ilustrasi internet - Bisnis.com
16 April 2020 18:37 WIB Hery Setiawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Minimnya akses Internet di sejumlah daerah menjadi kendala serius bagi pelaksanaan program Kartu Prakerja di Kabupaten Bantul. Terlebih nantinya pelatihan bagi para pemegang kartu tersebut juga akan dilakukan secara daring.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi [Disnakertrans] Bantul, Sulistiyana mengatakan berdasarkan data dinasnya per Kamis (16/4/2020), jumlah pendaftar Kartu Prakerja mencapai 240 orang. Mayoritas pendaftar, kata dia, berasal dari warga terdampak pandemi Covid-19, khususnya dari kalangan pelaku dari usaha kecil menengah [UKM], perdagangan, dan pariwisata.

Sementara karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja [PHK] tetap ada yang mendaftar tetapi jumlahnya tidak begitu banyak. "Untuk sementara jumlah pendaftar Kartu Prakerja di Bantul yang tertinggi di DIY," kata dia, Kamis.

Sulistyanta tak menampik proses pendaftaran program tersebut masih terkendala minimnya akses Internet masyarakat. Terlebih lagi, pelatihannya sendiri nantinya akan dilakukan secara daring.

Selain itu sebagian besar pendaftar, diakui dia juga gaptek atau gagap teknologi, bahkan ada yang tidak memiliki surat elektronik (surel). "Bahkan, ada juga yang tidak punya ponsel," ucap dia.

Sejak pendaftaran dibuka, Senin (13/4/2020) lalu, ada beberapa orang kesulitan mengunggah foto saat pendaftaran. Akan tetapi masalah tersebut, kata Sulis, sudah diatasi dengan penambahan bandwidth oleh Dinas Komunikasi dan Informatika [Diskominfo] Bantul, Selasa [14/4/2020] lalu. Dampaknya, jumlah pendaftar pun meroket jika dibandingkan hari pertama pendaftaran.

“Sejak di buka Senin tidak sampai 10 yang mendaftar. Setelah penambahan bandwith langsung ada 109 orang yang mendaftar. Kuncinya memang di penguatan itu [koneksi Internet]," kata dia.

Sayangnya tidak semua wilayah di Bantul bagus terjangkau koneksi Internet, salah satunya adalah Kecamatan Imogiri misalnya.