Nyalakan Petasan Setelah Salat Subuh, Puluhan Remaja Dibubarkan Satpol PP Sleman

Anak-anak dan remaja didatangi petugas Satpol PP Sleman saat menyalakan petasan di Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman Senin (27/4/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo\\n\\n
27 April 2020 17:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan remaja diberikan peringatan setelah nekat berkerumun dan menyalakan petasan sehabis Salat Subuh di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Senin (27/4/2020).

Kasiops Trantib Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman Sri Madu Rakyanto mengaku menerima laporan dari masyarakat jika puluhan remaja berkumpul dan menyalakan petasan hingga mengganggu ketertiban di masyarakat.

"Kami terima laporan dari warga sekitar pukul 07.00 WIB, sekitar 30 sampai 40 remaja berkerumun dan tidak menggunakan masker. Kemudian remaja tersebut menyalakan petasan sehingga mengganggu warga," ujar Sri Madu, Senin.

Aksi tersebut, kata dia, memang kerap dilakukan setelah waktu Subuh menjelang terbitnya fajar di ufuk timur ketika di Ramadan. Warga sudah seringkali mengingatkan sekumpulan remaja tersebut namun tidak digubris. "Bahkan, sampai ketua RT, RW, dan kepala dusun sudah sering mengingatkan remaja tersebut namun tetap saja diulangi, akhirnya kami laksanakan penertiban ke lapangan, sanksi yang diberikan hanya peringatan di tempat, kemudian kami bubarkan sekumpulan remaja tersebut," ujar dia.

Tidak hanya memberikan peringatan di tempat bagi sekumpulan remaja tersebut, Satpol PP Sleman juga menyosialisasikan terkait dengan penyebaran pandemi Covid-19.