Lagi, Satu Keluarga di Bantul Diduga Tertular Corona dari Klaster Jemaah Tabligh Jakarta

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
30 April 2020 14:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL -  Sebanyak tujuh orang yang masih satu keluarga dari Kecamatan Piyungan, Bantul, harus diisolasi setelah hasil tes cepat dengan Rapid Diagnostic Test (RDT) semuanya menunjukan reaktif atau positif. Satu dari tujuh orang tersebut diketahui merupakan salah satu rombongan jemaah tabligh akbar Jakarta bersama rombongan dari Banyuraden, Gamping, Sleman.

Jemaah tabligh akbar Jakarta tersebut adalah laki-laki usia 40 tahun, kemudian menulari kepada tujuh orang anaknya, masing-masing usia 19 tahun, 15 tahun, 13 tahun, 11 tahun, 5 tahun, 4 tahun, dan 2 tahun.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Coronavirus Disease atau Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso membenarkan informasi tersebut, “Itu bapaknya laki-laki usia 40 sekian, termasuk salah satu rombongan tabligh akbar Jakarta bersama rombongan Banyuraden, Gamping menularkan keluarganya. Punya anak tujuh. Semuanya itu rapid test positif,” kata Sri Wahyu, saat dihubungi Kamis (30/4/2020).

Sri Wahyu mengatakan tes cepat yang dilakukan terhadap keluarga tersebut dilakukan di Puskesmas Piyungan, kemudian diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul untuk penanganan lebih lanjut dan akan segera dilakukan pengambilan swab atau cairan tenggorokan.

Okky-sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso menegaskan sampai Kamis siang kedelapan orang tersebut belum terkonfirmasi positif namun diberlakukan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) yang harus melakukan isolasi.

“Karena belum pasti swab-nya ini positif atau negatif. Rapid test ini hanya diagnosa antibodi,” tegas dia. Pihaknya juga tengah menelusuri orang yang berkontak erat dengan kedelapan orang tersebut sambil menunggu perkembangan hasil pemeriksaan swab dari keluarga tersebut.

Lebih lanjut Okky mengatakan satu keluarga di Piyungan dari klaster tabligh akbar Jakarta itu juga masih terkait dengan satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak di Kecamatan Banguntapan Bantul yang dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC). Ketiganya, yakni laki-laki usia 48 tahun, perempuan 46 tahun, dan perempuan 18 tahun.

Kepala Bagian Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayuningsih mengatakan delapan pasien akan dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR) melalui swab untuk memastikan positif dan tidaknya terinfeksi virus SARS CoV-2 penyebab penyakit Covid-19. “Nanti PCR untuk penegakan diagnosa,” kata Siti. Sementara ini pasien diisolasi di ruang isolasi biasa atau ruang isolasi bertekanan positif udara.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Ineksi Covid-19 Bantul sampai Kamis (30/4/2020) siang total yang positif Covid-19 di Bantul sebanyak 20 orang. Dari jumlah itu 11 orang dinyatakan sembuh, dua orang meninggal dunia, dan tujuh orang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan Covid.