Empat Karyawan Indogrosir Positif Covid-19

Papan pengumuman berisikan informasi mengenai penutupan Indogrosir yang dimulai sejak Selasa (5/5/2020) terpampang di depan Indogrosir di Jl. Magelang, Dusun Kutu Patran, Sinduadi, Mlati, Sleman, Minggu (10/5/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo\\n\\n
10 Mei 2020 14:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMANĀ - Total karyawan Indogrosir yang dinyatakan positif Covid-19 sebanyak empat orang. Tiga di antaranya merupakan warga Bantul dan satu karyawan merupakan kasus pertama yakni pasien Covid-19 ke-79 seperti yang diungkapkan gugus tugas penanganan Covid-19 DIY di klaster Indogrosir.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo mengatakan jika empat karyawan yang dinyatakan positif tersebut, tiga di antaranya merupakan warga Bantul dan satu merupakan kasus pertama kasus pertama Covid-19 di klaster Indogrosir.

"Total ada empat karyawan, tiga diantaranya warga Bantul yang dinyatakan positif Covid-19. Tindakan untuk mereka yakni tiga karyawan sudah dirawat di RS yang ada di Bantul. Dua diantaranya sudah dirawat di RS khusus penanganan Covid-19 yang ada di Bambanglipuro dan satunya di PKU Muhammadiyah Bantul," ujar Joko, Minggu (10/5/2020).

Lebih lanjut, Joko dan jawatannya terus berupaya untuk berkoordinasi dengan sejumlah kabupaten yang warganya merupakan karyawan Indogrosir yang terletak di Jl. Magelang, Dusun Kutu Patran, Sinduadi, Mlati, Sleman, terkait dengan upaya tracing karyawan Indogrosir. Salah satunya dengan pemerintah Kabupaten Bantul.

"Kami juga komunikasi terus dengan Kabupaten Bantul. Kalau terkait dengan tracing sesama pegawai akan kami handle, namun apabila karyawan tersebut punya riwayat kontak dengan keluarga atau tetangga nanti akan dilaksanakan tracing oleh teman-teman dari kabupaten Bantul," terangnya.

Adapun, dari rapid test yang telah dilaksanakan sejak Jumat (9/5/2020) total ada 60 karyawan yang reaktif saat menjalani rapid test dari 344 karyawan. Joko menambahkan, untuk bisa mengatakan seseorang negatif atau positif Covid-19 harus dilakukan test sebanyak dua kali.

"Kecuali kalau kasus yang karyawan warga Bantul dinyatakan positif saat dilakukan rapid test. Itu sudah positif Covid-19. Kalau test yang pertama negatif harus dilakukan test lagi selang dua hari kemudian," ujarnya.

Alih-alih membuka Indogrosir yang kerap dijadikan pedagang kelontong untuk kulakan dan sekarang menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, Pemkab Sleman mengambil upaya lain. Upaya penutupan diambil dengan mempertimbangkan temuan kasus positif Covid-19 di lapangan.

"Penutupan memang sudah dilakukan oleh gugus tugas penanganan Covid-19 yang sudah melalui upaya diskusi oleh pihak manajemen Indogrosir. Dengan ditemukannya kasus positif sebanyak empat orang karyawan, gugus tugas akan memperpanjang masa penutupan Indogrosir sebanyak 14 hari. Penutupan sudah dimulai sejak Selasa (5/5/2020) lalu, jadi masih ada sembilan hari lagi penutupan Indogrosir," terang Joko.

Masih tutup

Sementara itu, Indogrosir yang terletak berdekatan dengan pusat perbelanjaan maupun terminal Jombor sampai hari Minggu (10/5/2020) terpantau masih tutup. Tidak ada hilir mudik orang yang berbelanja dengan trolly belanjaan di depan mereka.

Tampak satu dua petugas keamanan berjaga di depan Indogrosir yang saat ini menjadi klaster besar penyebaran Covid-19. Masih terdapat satu dua kendaraan mobil barang bermuatan kecil yang terparkir di depan Indogrosir.

Pintu masuk Indogrosir juga masih tertutup rapat dengan digembok kunci. Tepat di depan Indogrosir juga terdapat pengumuman penutupan yang dipasang oleh manajemen Indogrosir melalui sebuah banner yang terpampang memanjang.

Pengendara kendaraan bermotor juga sesekali menengok ke arah Indogrosir hanya untuk melihat keadaan. Salah satu pengendara kendaraan motor yang lewat di depan Indogrosir, Siti, 49, mengatakan jika ia hanya memantau apakah Indogrosir yang menjadi pusat penyebaran Covid-19 sudah membuka pelayanannya.

"Namun ketika sudah ada kasus positif saya juga jadi mikir dua kali untuk belanja. Semoga kasus positif Covid-19 tidak bertambah dari klaster baru ini. Semoga pihak manajemen dan Pemkab Sleman bisa bersinergi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19," terangnya.