Sepi Job saat Pandemi, Musisi & Kru Altaria Terima Bantuan Sembako

Perwakilan kru pasar malam Altaria, Inung Nurzani (kiri) menerima bantuan paket bahan pokok dari anggota DPR Subardi, Senin (11/5/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
11 Mei 2020 19:22 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pandemi Covid-19 telah berdampak pada masalah kehidupan sosial, ekonomi dan kesehatan masyarakat. Salah satunya kelompok terdampak pandemi ini adalah musisi jalanan serta para kru wahana permainan dan pasar malam di Jogja.

Anggota DPR dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem), Subardi yang akrab disapa Mbah Bardi mengatakan komunitas pelaku usaha pasar malam keliling Altaria dan musisi jalanan di Jogja menjadi salah satu warga yang terdampak pandemi Covid-19. Sejak pandemi Corona merebak, kata Mbah Bardi, mereka kehilangan penghasilan dan pekerjaan.

Mereka tidak lagi mendapatkan penghasilan ketika kawasan Malioboro, perhotelan dan restoran tidak lagi dikunjungi wisatawan. "Jogja adalah kota pariwisata, yang dijual ya pariwisata. Kalau pariwisata berkembang, maka kehidupan dan roda ekonomi juga ikut bergerak," katanya saat membagikan bantuan bahan pangan pokok, Senin (11/5/2020).

Ketika pariwisata lumpuh pada saat ini, imbuh dia, perekonomian masyarakat di Jogja pun ikut lumpuh. Jangankan destinasi wisata, perhotelan dan restoran, pandemi Covid-19 juga berdampak pada ekosistem di sekitarnya. "Buruh cuci, buruh setrika berhenti semua karena anak kost pulang. Pegawai hotel, kuliner bahkan musisi jalanan, bagian dari itu. Mereka terdampak juga pandemi Covid-19," kata anggota Komisi VI DPR tersebut.

Meskipun musisi jalanan tidak semua warga Jogja, tetapi mereka mampu memberikan warga bagi pariwisata Jogja. Jogja menjadi miniatur Indonesia dihuni oleh beragam suku dan bangsa.

Dengan santunan yang diberikan kepada 110 orang musisi jalanan khususnya di kawasan Malioboro, Bardi berharap hal itu bisa meringankan beban ekonomi mereka. Termasuk juga puluhan kru wahana permainan pasar malam yang tidak lagi bisa beroperasi. "Kami berharap mereka bisa tetap berkarya meskipun ada pandemi Covid-19 ini," katanya.

Kreativitas Musisi

Perwakilan musisi jalanan di Jogja, Johanes Jana Kelen merasa senang dengan bentuk perhatian yang diberikan Mbah Bardi bagi komunitas musik jalanan yang terdampak Covid-19. Selama masa pandemi corona, para pelaku musisi jalanan banyak yang kehilangan pendapatan.

"Kalau yang lain mungkin bisa beralih pekerjaan, tapi kami yang kehidupannya hanya dengan bermain musik cukup terasa sekali dampaknya," katanya.

Memang, kata dia, ada sebagian musisi jalanan yang masih bisa berkarya dengan cara menyajikan musik secara online. Ada yang me-request kemudian memberikan donasi melalui rekening. "Tetapi banyak juga yang tidak bisa melakukan hal itu. Saya mewakili teman-teman lainnya berterimakasih kepada Mbah Bardi atas bantuan ini," katanya.

Senada, perwakilan kru pasar malam Altaria, Inung Nurzani, mengatakan meskipun tidak semua kru Altaria yang jumlahnya tersebar di wilayah Jogja dan Bantul mendapatkan bantuan, namun dia bersyukur atas pemberian sembako tersebut. "Jumlah anggota komunitas kami sekitar 150 orang. Mereka semua terdampak. Bantuan ini kami harapkan bisa meringankan beban berat para anggota dan semoga diberikan berkah bagi yang memberikan," kata Inung.