Program Pamsimas Diharapkan Terus Berjalan

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
14 Mei 2020 23:37 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dinilai sangat penting untuk mencukupi pasokan air bagi masyarakat. Di tengah pandemi Corona, program ini diharapkan tetap terus berjalan.

Kepala Seksi Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Gunungkidul, Nurudin Araniri, tak menampik akibat pandemi Covid-19, banyak program pembangunan pemerintah yang harus dipangkas untuk kelancaran pencegahan virus tersebut. "Untuk program pamsimas masih aman, dan harapannya tetap berjalan sesuai program," kata Nurudin, Rabu (13/5/2020).

Ia menjelaskan program pamsimas sudah masuk tahap perencanaan dengan memetakan sumber air baku bagi sejumlah desa yang mendapatkan bantuan. Program pamsimas telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. "Perencanaan dilakukan untuk memastikan keberadaan sumber air baku," katanya.

Ada beberapa desa yang sampai saat ini tetap bisa melanjutkan program pamsimas seperti Desa Girijati, Kecamatan Purwosari, dan Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong. Anggaran pamsimas di kedua desa ini berasal dari APBD Gunungkidul. Sedangkan untuk desa lainnya masing-masing Katongan, Sumbergiri, Ngunut, Kedungpoh, Tegalrejo, Ngawis, Terbah, dan Kemejing, berasal dari dana ABPN.

Nurudin mengungkapkan untuk pengawasan dan pendampingan program telah dibentuk, sehingga nantinya tim yang telah dibentuk langsung memantau keberlangsungan program hingga tidak terjadi penyimpangan. "Pengawasan pasti ada, mulai dari perencanaan dampai dengan pengoperasian. Harapannya bisa optimal dan berjalan baik," paparnya.

Seperti diketahui, total anggaran yang digunakan dalam pembangunan program pamsimas ini mencapai Rp5,7 miliar. Adapun alokasi di masing-masing desa tidak sama karena disesuaikan dengan sumber mata anggaran yang dimiliki.