Ini Alasan CLS Membatalkan Diskusi Tentang Pemberhentian Presiden

Postingan terakhir akun Instagram CLS FH UGM sebelum tidak bisa diakses. - @Instagram.
30 Mei 2020 11:27 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah diskusi daring bertajuk Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan yang sedianya digelar oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Constitusional Law Society (CLS) pada Jumat (29/5/2020) batal digelar. Panitia menyatakan pembatalan itu karena situasi tidak kondusif saat jelang pelaksanaan secara daring.

Adapun judul diskusi dari berbagai poster yang tersebar di linimasa awalnya bertajuk Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan. Karena disorot kemudian diubah menjadi Persoalan Pemberhentian Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan. Diskusi itu sedianya akan diisi oleh Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Profesor Ni’matul Huda. CLS sendiri merupakan sebuah forum diskusi tentang hukum di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

Presiden CLS Aditya Halimawan menjelaskan pembatalan diskusi itu dilakukan karena situasi dinilai tidak kondusif terutama saat jelang pelaksanaan. Diskusi itu murni bermuatan akademik dan tidak ada tendensi politik. “Situasi jelang pelaksanaan tidak kondusif, pembatalan kami lakukan berdasarkan kesepakatan dengan narasumber,” katanya saat dihubungi Harianjogja.com melalui sambungan telepon, Sabtu (30/5/2020) pagi.

Saat diminta konfirmasi terkait banyaknya teror terkait dengan pelaksanaan diskusi itu, Aditya membenarkan. “Iya ada [teror],” ucapnya.