Ini yang Akan Dilakukan Satpol PP Bantul pada Warga yang Berakivitas di Luar Rumah

Anak-anak dan remaja didatangi petugas Satpol PP Sleman saat menyalakan petasan di Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman Senin (27/4/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo\\n\\n
09 Juni 2020 10:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :


Harianjogja.com, BANTUL- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Yulius Suharta menyatakan satuannya masih mengedepankan cara-cara persuasif dalam menertibkan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan dalam menajalankan aktifitas sehar-hari di luar rumah pada masa pandemi Covid-19 ini.

Alasannya karena Satpop PP belum memiliki payung hukum untuk menindaknya. “Masih upaya persuasif sebtas imbauan, informasi, dan arahan supaya apa yang harus menjadi kedisiplinan terkait protokol kesehatan bisa dilaksanakan,” kata Yulius, Senin (8/6/2020).

Yulius mengakui saat ini sudah banyak masyarakat yang beraktifitas di luar rumah, bahkan ruang ruang publik sudah dipadati warga seperti pasar, jalan, taman, dan sejumlah objek wisata. Ia menilai warga sepertinya menganggap bahwa saat ini Bantul sudah menerapkan new normal atau tatanan kehidupan baru. Padahal belum.

Ia memastikan sampai saat ini Bantul masih dalam posisi tanggap darurat Covid-19 sampai 30 Juni mendatang. Dengan demikian imbauan untuk tetap berada di rumah masih berlaku. Kendati demikian, pada saatnya ada penetapan new normal pun, kata dia, semestinya masyarakat lebih waspada. “Masyarakat harusnya lebih meningkatkan kedisiplinan,” ucap Yulius.

Pihaknya terus berupaya mengedukasi masyarakat dalam setiap patroli lapangan yang dilakukan agar masyarakat menerapkan prokol kesehatan, di antaranya dengan mengenakan masker, jaga jarak, dan tidak berkerumun. Pusat-pusat perbelanjaan dan industri juga sudah diminta menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.