Meski PPDB Daring, SD Tetap Layani Orang Tua yang Datang ke Sekolah

Suasana posko PPDB di SDN Mlati 2, Sendangadi, Mlati yang didatangi orang tua untuk konsultasi pendaftaran siswa jalur zonasi wilayah, Kamis (11/6/2020).-Harian Jogja - Lajeng Padmaratri
11 Juni 2020 18:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang sekolah dasar (SD) di Sleman dimulai Kamis (11/6/2020) hari ini. Meski dilakukan secara daring, masih ada saja orang tua yang datang ke sekolah lantaran khawatir data daring tidak tersimpan.

Ifah, 27, memutuskan datang langsung ke SD dekat rumahnya untuk mendaftarkan putra pertamanya pada Kamis pagi. Meski tahu bahwa PPDB 2020 menggunakan sistem daring lewat situs ppdb.slemankab.go.id, namun ia masih tidak yakin data pendaftaran anaknya bisa terekam dengan baik di sana.

"Buat ortu yang paham dunia online, mungkin gampang, ya. Tapi kalau yang nggak paham ya susah, jadi ya enaknya sekolah tetap buka posko begini untuk nanya-nanya," kata Ifah ketika ditemui saat mengantre pelayanan posko PPDB di SDN Mlati 2.

Menurut warga Sendangadi, Mlati ini mekanisme pendaftaran daring memang diakui memudahkan karena praktis, tapi ia tak menampik menyimpan kekhawatiran jika data anaknya tak terekam dengan baik lalu gagal masuk sekolah. "Karena kalau online kita ketinggalan satu langkah takutnya gagal login atau kelewatan apa, jadi harus teliti benar-benar dan memperhatikan dari awal kayak gimana," ujarnya.

Panitia PPDB SDN Mlati 2, Widi menuturkan sekolah tetap membuka posko untuk membantu orang tua siswa melakukan pendaftaran. Sebab, pihaknya memahami kekhawatiran orang tua siswa dalam mendaftar daring, terlebih yang belum melek teknologi.

Di SDN Sleman 1 juga menerapkan hal serupa dengan membuka posko PPDB. Meski begitu, Kepala SDN Sleman 1, Nur Suharyanto menyebut PPDB tahun ini ada perbedaannya dengan tahun kemarin meski sama-sama daring.

"Kalau dulu kan semua [orang tua] datang ke SD, sekarang tidak. Orang tua lebih aktif mendaftarkan sendiri [lewat daring]. Sekarang kami hanya membantu orang tua yang tidak ada sinyal, atau tidak mempunyai kemampuan untuk online. Sifatnya hanya membantu mendaftar online saja," kata Nur.

Dengan sistem daring ini pula, kata Nur, mekanisme pendaftaran lebih aman dan nyaman untuk semua pihak. "Secara umum kami lebih senang begini, lebih enak. Nggak ada titip-titipan [calon peserta didik]," katanya.

PPDB jenjang SD di Sleman saat ini memasuki tahapan pendaftaran jalur zonasi wilayah SD negeri dan akan dibuka hingga 16 Juni. Jalur zonasi dibuka dengan kuota 80% dari daya tampung sekolah. Saat ini, ada 374 SD negeri di Sleman yang membuka pendaftaran.