Sambut Pilkada 9 Desember, PPK & PPS di Sleman Diaktifkan Kembali

Ilustrasi warga mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). - Bisnis/Rachman
18 Juni 2020 11:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman kembali melanjutkan tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di kabupaten ini setelah sebelumnya sempat terhenti lantaran pandemi Covid-19. Jawatan ini akan kembali mempersiapkan pesta demokrasi di Bumi Sembada sebelum pemilihan diselenggarakan 9 Desember mendatang.

Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi menuturkan jawatannya tengah menyambut momen tersebut dengan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk mengaktifkan kembali Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada 15 Juni lalu.

"Jumlah PPK 5 orang tiap kecamatan dengan 3 orang sekretariat. PPS 3 orang tiap desa dibantu 3 sekretariat. Semua siap sedia mensukseskan pemilihan bupati dan wakil bupati," ujar Trapsi pada Rabu (17/6/2020).

Pilkada Bantul: PAN Pesimistis Poros Tengah Terbentuk

Menurutnya, sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), tahapan terdekat yang akan dilaksanakan yakni verifikasi faktual perseorangan. Namun, lantaran di Kabupaten Sleman tidak ada calon perseorangan, tahapan tersebut tidak dilakukan.

Setelah itu, tahapan selanjutnya adalah pemutakhiran data pemilih. "Untuk pemutakhiran data pemilih ada dua hal yang disiapkan. Pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih yang dibentuk akhir Juni serta bimtek [bimbingan teknis] untuk petugas pemutakhiran data pemilih," ungkapnya.

Menurutnya, pandemi ini turut mempengaruhi jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang dimungkinkan akan bertambah. Namun, ia belum bisa merinci jumlah TPS tambahan untuk Pilkada Sleman mendatang karena pihaknya masih menunggu pemutakhiran data pemilih.

Calon Pemilih Pilkada di Gunungkidul Berpotensi Bertambah

Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Koeswanto menuturkan saat ini tahapan di partainya masih menunggu turunnya rekomendasi dari DPP partai. "Yang jelas sambil menunggu rekomendasi turun, kita gunakan untuk konsolidasi dari DPC sampai ke tingkat ranting sambil memanasi mesin partai," katanya.

Disinggung mengenai strategi pemenangan untuk Pilkada Sleman, Koeswanto menuturkan pembahasan belum sampai menentukan metode kampanye yang dipilih, terlebih dengan adanya pandemi Covid-19. "Belum sampai sana pembahasannya," tambahnya.