Merapi Erupsi, Penambang Pasir Kali Gendol Langsung Selamatkan Alat Berat

Penampakan Kali Gendol dari Bendungan Kali Gendol di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Kamis (31/1/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
21 Juni 2020 13:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Meski dua kali Gunung Merapi erupsi pada Minggu (21/6/2020), namun tidak ada kepanikan dari warga yang beraktivitas di lereng Merapi. Apalagi, tidak terjadi hujan abu di sisi Selatan Merapi.

Sejumlah penambang pasir Merapi di Kali Gendol dilaporkan menarik peralatan berat ke lokasi yang lebih aman saat erupsi pertama terjadi. Sejumlah warga melihat proses dan iringan ekskavator dan truk pengangkut pasir, dikeluarkan dari dalam sungai. Termasuk ayakan pasir juga dibawa penambang untuk antisipasi kondisi Merapi pascaerupsi.

"Itu saat pertama erupsi, semua yang di Gendol keluar. Eskavator, truk pengangkut pasir dan motor milik penambang semua dinaikan ke tempat yang aman. Saat ini situasi sudah normal," kata Candra, salah seorang penambang, Minggu (21/6/2020).

Baca juga: Ini Video Detik-Detik Gunung Merapi Erupsi Minggu Pagi

Salah seorang tokoh masyarakat di Kepuharjo, Heri Suprapto menjelaskan erupsi Merapi terjadi begitu saja. Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 09.13 WIB dan erupsi kedua pukul 09.27 WIB. Sama dengan erupsi sebelumnya, warga tidak panik namun tetap waspada.

Bahkan, lanjut Heri, aktivitas warga termasuk kegiatan pariwisata di lokasi tersebut masih berjalan seperti biasa. "Pariwisata dan penambahan tetap berjalan. Kegiatan masyarakat juga berjalan seperti biasanya," kata Heri kepada Harianjogja.com.

Baca juga: Hari Ini, Merapi Erupsi Bertepatan dengan Ultah Jokowi hingga Ramalan Kiamat

Meskipun terjadi dua kali erupsi, lanjut dia, warga di sisi Selatan lereng Merapi juga tidak merasakan adanya hujan abu. Dijelaskan Heri, sebelum erupsi terjadi tidak ada hal-hal yang mengejutkan yang dirasakan warga. Kondisi cuaca dan suasana di lereng Merapi juga tidak jauh berbeda sebelum erupsi terjadi.

"Mboten mas, sami mawon hawanipon (enggak mas, sama saja cuacanya)," kata Heri.