Hasil Piala Dunia 2026: Paraguay Tekuk Turki 1-0, Jaga Peluang Lolos
Paraguay kalahkan Turki 1-0 di Piala Dunia 2026. Gol cepat Galarza jaga peluang lolos meski bermain 10 orang.
Penampakan Kali Gendol dari Bendungan Kali Gendol di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Kamis (31/1/2019). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN- Meski dua kali Gunung Merapi erupsi pada Minggu (21/6/2020), namun tidak ada kepanikan dari warga yang beraktivitas di lereng Merapi. Apalagi, tidak terjadi hujan abu di sisi Selatan Merapi.
Sejumlah penambang pasir Merapi di Kali Gendol dilaporkan menarik peralatan berat ke lokasi yang lebih aman saat erupsi pertama terjadi. Sejumlah warga melihat proses dan iringan ekskavator dan truk pengangkut pasir, dikeluarkan dari dalam sungai. Termasuk ayakan pasir juga dibawa penambang untuk antisipasi kondisi Merapi pascaerupsi.
"Itu saat pertama erupsi, semua yang di Gendol keluar. Eskavator, truk pengangkut pasir dan motor milik penambang semua dinaikan ke tempat yang aman. Saat ini situasi sudah normal," kata Candra, salah seorang penambang, Minggu (21/6/2020).
Baca juga: Ini Video Detik-Detik Gunung Merapi Erupsi Minggu Pagi
Salah seorang tokoh masyarakat di Kepuharjo, Heri Suprapto menjelaskan erupsi Merapi terjadi begitu saja. Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 09.13 WIB dan erupsi kedua pukul 09.27 WIB. Sama dengan erupsi sebelumnya, warga tidak panik namun tetap waspada.
Bahkan, lanjut Heri, aktivitas warga termasuk kegiatan pariwisata di lokasi tersebut masih berjalan seperti biasa. "Pariwisata dan penambahan tetap berjalan. Kegiatan masyarakat juga berjalan seperti biasanya," kata Heri kepada Harianjogja.com.
Baca juga: Hari Ini, Merapi Erupsi Bertepatan dengan Ultah Jokowi hingga Ramalan Kiamat
Meskipun terjadi dua kali erupsi, lanjut dia, warga di sisi Selatan lereng Merapi juga tidak merasakan adanya hujan abu. Dijelaskan Heri, sebelum erupsi terjadi tidak ada hal-hal yang mengejutkan yang dirasakan warga. Kondisi cuaca dan suasana di lereng Merapi juga tidak jauh berbeda sebelum erupsi terjadi.
"Mboten mas, sami mawon hawanipon (enggak mas, sama saja cuacanya)," kata Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Paraguay kalahkan Turki 1-0 di Piala Dunia 2026. Gol cepat Galarza jaga peluang lolos meski bermain 10 orang.
PKN 2026 Pekalongan sukses tarik 17 ribu pengunjung. AI batik jadi sorotan, dorong inovasi UMKM dan ekonomi kreatif daerah.
KSPSI sebut pabrik keramik Bekasi terancam tutup imbas harga gas industri naik, buruh khawatir PHK massal.
Konvoi pesilat berknalpot brong di Boyolali yang viral dekat RS PKU Aisyiyah menuai sorotan. DPRD mendesak penindakan tegas.
Polisi menyita 8,6 liter etomidate senilai Rp97,8 miliar di Bandara Soetta. Kenali fungsi medis dan bahaya etomidate yang disalahgunakan dalam vape.
Bus rombongan pendaki Gunung Lawu mengalami kecelakaan di Ngargoyoso, Karanganyar. Polisi menduga rem bermasalah saat melintas jalur menurun.