Imigrasi YIA Gagalkan Keberangkatan Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman, dr. Wisnu Murti Yani menunjukkan sejumlah masker dan sabun cuci tangan sebagai bantuan untuk posyandu di era pandemi, Jumat (26/6)./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN—Menyambut masa new normal, Dinas Kesehatan Sleman tengah menjalankan prosedur pelayanan kesehatan balita di pos pelayanan terpadu (posyandu) pada masa pandemi Covid-19. Dengan panduan ini, pemantauan kesehatan anak balita dalam kegiatan posyandu bisa berjalan seperti semula, tetapi tetap menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman, dr. Wisnu Murti Yani menjelaskan saat ini protokol new normal terkait dengan posyandu sedang dirembuk. Akan tetapi, dinasnya telah memiliki prosedur pelayanan kesehatan balita di posyandu pada masa pandemi Covid-19.
Mulanya, prosedur itu dirancang supaya posyandu tetap berjalan, sehingga kesehatan anak balita tetap terpantau. Merebaknya pandemi Covid-19 sejak awal Maret membuat posyandu dinonaktifkan sejak Maret hingga Mei.
Tetapi, kata dia, dalam ketidakaktifan posyandu itu pemantauan posyandu harus tetap berjalan. "Kami mengeluarkan pedoman pada akhir April, sehingga Mei sudah mulai digunakan. Dari panduan itu, Pemkab Sleman memantau kesehatan balita dengan mengunjungi rumah anak balita bermasalah," ujar Wisnu, Jumat (26/6/2020).
Dia menjelaskan permasalahan yang dialami balita terkait dengan hal ini ialah permasalahan tumbuh dan kembang. Meski begitu, dari total anak balita di Sleman yang mencapai sekitar 58.000 anak, pemantauan selama Mei hanya dapat menjangkau 4.000 anak balita.
Hal ini diakuinya lantaran beberapa orang tua anak balita enggan dikunjungi ke rumah karena khawatir dengan penularan Covid-19. Selain itu kader juga masih fokus untuk memantau balita yang bermasalah.
Lantaran belum efisien, maka dinasnya menjajal konsep lain. "Akhirnya di era pandemi sebelum new normal kami akan menjalankan operasional mirip posyandu. Semua kegiatan meniru posyandu, tapi lokasi di level dusun memakai tempat yang luas dan anak balita yang hadir dibagi dengan sejumlah jadwal supaya tetap jaga jarak," jelas Wisnu.
Protokol Kesehatan
Dengan operasional ini nantinya tidak hanya balita bermasalah saja yang akan dipantau, melainkan seluruh balita supaya tumbuh dan kembang semua balita terpantau dan bisa mencegah stunting atau gizi buruk. "Supaya tidak ada kerumunan massa, sistemnya posyandu dilakukan di level dusun, lalu kedatangan balita akan diatur tiap RT dengan pembagian jam yang berbeda. Dengan menjadwal datangnya balita kita sudah mencegah kerumunan massa," ujar dia.
Wisnu menjelaskan dalam prosedur tersebut sudah diatur langkah-langkah pelayanan kesehatan balita di posyandu. Sebelum kegiatan, penanggungjawab posyandu dan kader kesehatan akan membagikan undangan ke orang tua anak balita terutama yang bermasalah gizi atau tumbuh kembang sesuai hari dan jam yang sudah ditentukan.
Dalam undangan tersebut, penanggung jawab posyandu akan menuliskan permintaan supaya balita membawa sendiri kain yang digunakan untuk menimbang. Kader akan menyampaikan undangan tersebut melalui aplikasi perpesanan atau undangan tertulis 3-4 hari sebelum kegiatan.
Sebelum kegiatan, penanggungjawab posyandu dan kader harus memastikan seluruh lokasi posyandu steril dari virus dengan mendisinfeksi area posyandu, menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun, dan thermal gun. “Selain itu, petugas juga harus dipastikan menggunakan alat pelindung diri, sehat, dan tidak dalam keadaan batuk, pilek, atau demam,” ucap dia.
Penanggung jawab posyandu akan membagi kader untuk menempati tiap meja pelayanan, pintu masuk posyandu untuk pengecekan suhu, serta petugas untuk mengawasi jalannya kegiatan tetap sesuai protokol kesehatan.
Begitu juga dengan orang tua dan balita yang hadir. Mereka harus memakai masker dan sebelum masuk lokasi posyandu harus cuci tangan dengan sabun. Setelah pemantauan kesehatan balita selesai, orang tua dan balita akan segera dipersilakan pulang dengan terlebih dahulu diminta cuci tangan kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.