DPC Belum Bersikap, Laskar PPP Pilih Merapat ke Suharsono-Totok

Laskar PPP - Dokumen Harian Jogja
28 Juni 2020 23:12 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) Bantul belum menyatakan sikap dukungan untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul tertentu dalam Pilkada 2020. meski demikian, sejumlah laskar partai berlambang Kakbah itu sudah mendeklarasikan diri mendukung Suharsono-Totok Sudarto.

Deklarasi dukungan Laskar PPP Bantul untuk pasangan Suharsono-Totok dilakukan di kediaman Suharsono, Minggu (28/6/2020). “Kami mendorong Suharsono supaya melanjutkan kembali pemerintahannya di periode kedua,” kata Ketua Forum Laskar PPP Bantul, Saddam Prasetyo.

Saddam mengatakan dukungan laskar PPP Bantul untuk Suharsono ini merupakan kedua kalinya. Sebelumnya pada 2015 laskar ini juga ikut mendukung Suharsono-Abdul Halim Muslih. Saddam menilai Suharsono layak kembali melanjutkan kepemimpinannya. Selain melihat sepak terjang Suharsono, dukungan ini berdasarkan arahan dari sesepuh PPP DIY, Syukri Fadholi.

Jajarannya juga siap mengerahkan semua laskar PPP yang ada di Bantul sebanyak 47 laskar. Ia mengklaim yang sudah menyatakan dukungan baru 32 laskar, di antaranya Barigade Elit Elfatih, Taliban, Haedar, Hamka Hamas, Comando, Samber Nyowo, Basoka Poncosari, Arah Kiblat, GPK Zona Selatan, Laskar Fisabilillah, Hamka El Buraq, dan Laskar Jubah Jibril.

Disinggung mengenai struktural PPP yang belum menyatakan sikap, Saddam menyatakan laskar PPP selama ini independen dan bergerak atas nama laskar. Namun hubungan laskar dengan struktural, kata Saddam, cukup baik. Bahkan jajarannya dalam waktu dekat akan bersilaturahmi dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Bantul membicarakan dukungan kepada Suharsono-Totok Sudarto. “Kami ingin menyatukan kader PPP Bantul,” kata Saddam.

Ketua DPC PPP Bantul, Hasyim Turmudzi, menyatakan deklarasi dukungan dari laskar PPP terhadap pasangan Suharsono-Totok adalah laskar PPP Khittah yang selama ini tidak memilih PPP dan berseberangan dengan struktural partai sejak adanya konflik internal. Dia tidak mempersoalkan sikap tersebut. “Soal dukung mendukung dalam pilkada mereka punya hak sendiri,” kata Hasyim.

Ia menegaskan sampai saat ini PPP secara struktural belum menentukan sikap dukungan terhadap salah satu paslon dalam pilkada. Sikap resmi PPP, kata dia, ditentukan pada awal Juli mendatang setelah melakukan pertemuan dengan sejumlah partai politik, terutama partai yang menggagas poros tengah.