3 Proyek Jembatan Ditargetkan Selesai Akhir September 2020

Ilustrasi Jembatan - JIBI
28 Juni 2020 21:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–BPBD Gunungkidul membangun tiga jembatan di atas aliran Kali Oya. Ditargetkan pembangunan ini selesai pada akhir September 2020.

Dua dari tiga jembatan berada di Dusun Jeruklegi dan Teleng di Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar. Satu jembatan yang dibangun berada di Dusun Jelok, Kalurahan Beji, Kapanewon Patuk.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan pembangunan tiga jembatan ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat berkaitan dengan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana Badai Cempaka yang terjadi di akhir 2017. Total dana hibah mencapai Rp75 miliar. Selain membangun jembatan, dana juga digunakan untuk merelokasi SMP Negeri 3 Saptosari, pembangunan jembatan Mojorejo, talut TPAS Wukirsari hingga relokasi warga terdampak badai Cempaka. “Untuk proyek relokasi rumah warga, perbaikan talut TPAS serta pembangunan Jembatan Mojorejo sudah dilaksanakan tahun lalu. Untuk tahun ini kami membangun tiga jembatan dan relokasi SMP Negeri 3 Saptosari,” kata Edy, Minggu (28/6/2020).

Dia menjelaskan untuk pembangunan Jembatan Teleng memiliki pagu anggaran Rp8 miliar, sedangkan Jembatan Jeruklegi dan Jelok masing-masing Rp12 miliar. Menurut Edy, proses pembangunan tidak terganggu dengan adanya pandemi Corona karena program sudah terencana sehingga tidak ada pengurangan mata anggaran.

Untuk pembangunan sudah dimulai sejak akhir Mei dan diharapkan bisa selesai pada akhir September 2020. “Masih dalam proses dan mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Salah seorang warga Dusun Jeruklegi, Kalurahan Kantongan, Ari Sudarsono, mengaku senang dengan adanya jembatan permanen. Pasalnya, selama ini akses untuk aktivitas sangat terbatas karena jembatan gantung tidak bisa dilalui banyak kendaraan. “Kalau ada jembatan lebih besar, maka mobil bisa melintas,” katanya.

Menurut dia, jembatan gantung sempat rusak pada akhir 2017 lalu akibat diterjang banjir bandang di Kali Oya. Warga sempat memperbaiki jembatan tersebut hingga akhirnya dibangun jembatan baru yang lebih besar dan permanen. “Untuk jembatan lama masih tetap ada karena jembatan baru yang dibangun lokasinya berbeda,” katanya.