Tabrak Mobil Pengantar Uang ATM di Fly Over Lempuyangan, Pengendara Motor Tewas

Polisi mengidentifikasi lokasi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil dan sepeda motor di Jembatan Layang Lempuyangan, Jogja, Rabu (1/7/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
01 Juli 2020 15:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tabrakan maut melibatkan sepeda motor Honda Revo dan sebuah mobil Isuzu Panther pengangkut uang anjungan tunai mandiri (ATM) di Jl. Dr. Sutomo atau Fly Over (Jembatan Layang) Lempuyangan, Rabu (1/7.2020) pukul 10.30. Pengemudi sepeda motor tewas di tempat kecelakaan.

Kepala Satuan Reserse Laka lantas Polresta Yogyakarta Ajun Komisaris Polisi (AKP) Imam Bukhori mengatakan korban jiwa bernama Suhendro, 69, warga Purbonegaran, Terban, Gondokusuman, Kota Jogja. Suhendro memboncengkan istrinya, Sri Eri Kristiani.

BACA JUGA: Sehari-hari Berjualan Jin, Pembakar Mobil Via Vallen Terancam 12 Tahun Penjara

“Motor yang dikendarai korban bernopol AB 2515 KS. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Istri korban mengalami patah tulang dan dirawat di Rumah Skait Bethesda. Sementara ini, hasil visum belum keluar dan petugas polisi juga masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari sejumlah saksi,” ujar Imam Bukhori.

Kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai Suhendro melewati Jembatan Layang dari arah selatan.

“Di pertengahan jalan, korban mencoba untuk mendahului kendaraan yang ada di depannya. Diduga saat mencoba menyalip, korban terlalu ke kanan sehingga melebihi marka jalan,” kata Imam.

BACA JUGA: Penampilannya di Bogor Mau Diproses Hukum, Rhoma Irama: Ini Nggak Fair

Di saat bersamaan, dari arah melaju Isuzu Panther pengangkut uang ATM yang dikemudikan ES warga Kembangkuning, Pituruh, Purworejo. “Karena jarak sudah dekat terjadilah benturan antara motor korban dan mobil.”

Motor milik Suhendro rusak di bagian depan. Helm yang dia pakai korban juga pecah. Sementara itu, mobil pengangkut uang ATM ringsek di bagian bodo depan sebelah kanan.

Marka jalan di Jembatan Layang Lempuyangan dibuat tidak terputus. Artinya, setiap pengendara motor tidak boleh menyalip kendaraan yang ada di depannya.

BACA JUGA: Dishub DIY Bahas Pembuatan Jalur Sepeda, Pekan Ini Diserahkan kepada Sultan

Kecelakaan tragis tersebut menimbulkan suara yang cukup keras. Aditia, 18, warga yang tinggal di sekitar Jembatan Layang Lempuyangan mengatakan ia mendengar suara benturan yang mengagetkannya.

“Dari bawah jembatan saya mendengar suara benturan yang cukup keras. Saya langsung lari ke jalan. Ternyata benar dugaan saya ada kecelakaan antara mobil dan motor,” ucap Aditia.

“Kebetulan yang terlibat kecelakaan itu mobil pengantar uang ATM yang dikawal polisi dengan sebuah sepeda motor. Jalanan langsung ditutup baik dari selatan ke utara maupun sebaliknya.”